Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MASA kecil Presiden Joko Widodo cukup memilukan. Terlahir dari keluarga tak berada, Jokowi dan kedua orang tuanya tinggal di bantaran Kali Anyar di Gilingan, Solo.
Saat itu, Jokowi mengaku sempat takut tidak bisa sekolah dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sebab, kedua orang tuanya hanya berjualan bambu dan kayu di pasar.
Namun begitu, ketakutan tersebut tak menyurutkan niat Jokowi kecil untuk menjadi seorang insinyur. Bahkan sang ayah, Notomiharjo rela menyambi sebagai sopir angkot demi membiayai pendidikan Jokowi dan tiga adiknya.
"Ketakutan saya dari dulu yang saya hanya ingat kalau saya tidak bisa kuliah dan sekolah. Saya kira bapak ibu saudara tahu, saya lahir di pinggir sungai di bantaran sungai, orang tua saya jualan bambu dan kayu di pasar gilingan, bapak saya kadang nyambi nyopir," ungkap Jokowi dalam silaturahmi dengan Tim Kampanye Daerah di Hotel Maqna, Gorontalo, Kamis (28/2).
Hingga Jokowi menikahi Iriana dan memulai usaha sebagai tukang kayu. Ia pun mengaku masih khawatir tidak mampu membiayai pendidikan ketiga orang anaknya, Ghibran Rakabuming, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep.
Baca juga: Keluarga Uno di Gorontalo Komit Menangkan Jokowi-Ma'ruf
Ketakutan tersebut akhirnya memunculkan ide lahirnya Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Selama ini program KIP baru mencakup SD, SMP, SMA/SMK. Jika ia terpilih kembali, ia berjanji akan memperluas KIP hingga ke jenjang perguruan tinggi berupa KIP Kuliah.
"Saya ketakutan keluarga tidak bisa menyekolahkan anak apalagi mengkuliahkan anak selalu masuk dalam otak saya. Inilah yang membuat keluarnya KIP kuliah," beber dia.
Terkait besarannya, pemerintah masih akan mengalkulasi jumlah perguruan tinggi berupa universitas dan politeknik yang akan mendapat anggaran dari program tersebut. Sampai saat ini sudah ada 18,7 juta siswa yang mendapatkan manfaat KIP.
"Kita bicara jumlah yang besar, sekarang ada yang namanya beasiswa afirmasi, beasiswa Bidikmisi. Tapi ini kita perluas dengan jumlah yang besar ya nanti kalau hitungannya sudah berapa mahasiswa yang bisa nanti terangkut kuliah," jelas Jokowi.
Adapun pada 2018, pemerintah telah menyalurkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk 18,7 juta anak Indonesia berusia 6-21 tahun yang terdaftar di lembaga pendidikan. Jumlah tersebut melebihi target yang ditetapkan sebelumnya, yakni sebanyak 17,9 juta siswa. (Medcom/OL-3)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved