Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS petani bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), Mohammad Subhan yang menangis di hadapan Calon Wakil Presiden (Capres) nomor urut 02 Sandiaga Uno saat curhat tentang harga bawang merah yang turun sehingga menyebabkan dia mengalami kerugian di Desa Krasak, Kecamatan/Kabupaten Brebes pasa Senin (11/2), masih menjdi perbincangan.
Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Pusat, Juwari, mengaku pihaknya kenal dan tahun betul sosok Subhan. Namun, ABMI kurang sependapat dengan apa yang disampaikan Subhan kepada Sandiaga.
Juwari menyampaikan petani bawang merah Brebes itu tangguh dan tidak cengeng.
"Petani Bawang Merah Brebes ini dikenal tangguh, dan ulet. Keuletan dan ketangguhan petani Brebes telah diakui banyak pihak," ujar Juwari, Kamis (14/2).
Juwari bertutur dalam kondisi apapun, mereka tetap menanam bawang merah sebagai penopang ekonomi rumah tangganya. Boleh dibilang, bawang merah telah mandarah daging sebagai komoditas andalan brebes.
"Yang jelas, para petani bawang merah Brebes tidak mau dipolitisasi dan menolak segala jenis intervensi politik," terang Juwari.
Baca juga: Subhan, Petani Bawang yang Dianggap Cengeng
Dia menjelaskan, luas panen tanaman bawang merah di Brebes pada Januari-Februari mencapai 9.000 hektare (Ha). Sedangkan luasan panen yang begitu besar turut menekan harga di tingkat petani.
"Beberapa daerah panen bareng pada Februari. Jadi wajar jika harga tertekan. Namun, kami yakin harga akan terus membaik. Saya menyarankan agar pedagang besar bantu membeli hasil petani, disimpan untuk dikeluarkan saat Maret-April nanti, petani juga bisa pergunakan gudang penyimpanan bawang, keluarkan sedikit-sedikit," pintanya.
Selain itu, sambung Juwari, kerja sama dengan industri pengolahan juga perlu ditingkatkan.
"Saya mohon Bulog dan Kemendag dapat membantu menyerap bawang merah petani dan menyimpannya di Gudang CAS (controlled atmosphere storage)," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Subhan, 45, petani asal Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Brebes, tidak kuasa menahan tangis saat curhat kepada Sadiaga Uno atas nasibnya.
Akibat harga bawang anjlok, ia terancam kehilangan rumah orangtuanya yang dijadikan jaminan pinjaman di bank. Hal itu karena hasil panen yang didapat tidak bisa untuk menutup pinjaman untuk modal tanam bawang.
Namun, curhatannya itu malah dituding di media sosial sebagai sebuah sandiwara karena sebenarnya ia bukan petani.
Subham pun sudah mengklarifikasi surat terbuka yang kemudian beredar luas di group WhatsApp maupun medsos, bahwa dia mengaku tidak menulis surat yang berisi permintaan maaf kepada publik.
"Saya tidak tahu itu yang menulis siapa. Apa yang saya lakukan di hadapan Pak Sandi Uno benar-benar saya alami," kata Subhan yang mantan Komisioner KPU Brebes tersebut.(OL-2)
Di tengah ketidakpastian pasar, berikut rekomendasi saham sektor energi dan emas yang menarik untuk dicermati hari ini. Peluang investasi di tengah volatilitas.
Geopolitik Iran-Israel-AS memanas, mempengaruhi pasar. Simak rekomendasi saham berbasis komoditas dan sektor energi di tengah ketegangan global ini.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Harga emas Antam diperkirakan akan kembali menguat pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026, setelah lonjakan Rp16.000 pada Senin. F
Komoditas ikan patin kini naik kelas, bukan sekadar ekspor, melainkan masuk ke rantai pasok pangan haji dan umrah dunia,
Peran negara tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik seperti jalan tol dan bandara, melainkan harus mendorong transformasi ekonomi produktif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved