Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Pencari Beasiswa Luar Negeri Banyak Terkendala Bahasa

Ardi Teristi Hardi
06/2/2019 16:00
Pencari Beasiswa Luar Negeri Banyak Terkendala Bahasa
Penerima beasiswa Erasmus+ menunjukkan sertifikat penghargaan saat penyerahaan beasiswa di Jakarta, Sabtu (14/7).(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

MINAT mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri sangat banyak. Namun, banyak dari mereka yang terkendala dengan penguasaan bahasa.

Menurut Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr Gunawan Budiyanto, pendidikan yang bermutu sangat penting di era masyarakat ekonomi ASEAN. 

"Kuliah di luar negeri bisa membuat kita merasakan lingkungan global sehingga tidak jadi generasi yang tertinggal di pusaran ekonomi ASEAN," kata dia saat membuka Indonesia Scholarship Festival (ISF) di Sportorium  UMY, Rabu (6/2) siang.

Menurut dia, saat ini semakin banyak beasiswa luar negeri yang ditawarkan, baik dari pemerintah ataupun penyedia beasiswa dari luar negeri. Di lingkungan khusus UMY saja, kata dia, tidak kurang 20 beasiswa keluar negeri ditawarkan setiap tahun. 

Pada Desember 2018, misalnya, UMY mengirim  14 orang belajar ke Taiwan dengan beasiswa.

Menurut dia, banyak mahasiswa yang tertarik untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. 

"Kendala yang banyak dihadapi penguasaan bahasa asing. Penguasaan bahasa asing sangat penting," pesan dia kepada para mahasiswa yang hendak mencari beasiswa ke luar negeri.

Baca juga: Menristekdikti Apresiasi Beasiswa Swasta untuk Pendidikan

Puguh Prasetyo, selaku Koordinator Program Indonesia ISF, menambahkan, ada 34 lembaga yang terlibat dalam kegiatan di Sportorium. Peserta yang mendaftar pun mencapai 8.580 orang.

Puguh mengamini, pemerintah telah memberi akses beasiswa ke luar negeri dalam jumlah yang sangat banyak. Beasiswa yang ditawarkan dari lembaga ataupun perusahaan dari luar negeri juga banyak. Namun, kendala yang paling banyak dihadapi para pencari beasiswa adalah penguasaan bahasa. 

"Secara akademis banyak yang pandai, tetapi kendala yang dihadapi adalah bahasa asing," kata dia.

Selain itu, kata dia, masih banyak yang belum mengetahui cara mengakses beasiswa luar negeri. Dengan pameran semacam ini, kata dia, akses untuk mendapat informasi beasiswa ke luar negeri akan semakin terbuka.

"Harapannya, dengan pendidikan yang lebih baik, Indonesia bisa mencapai generasi emas pada 2045," pungkas dia. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya