Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Di hari kedua perayaan Imlek 2570, warga keturunan Tionghoa di Batammasih banyak memilih untuk tidak membuka usaha mereka. Sebagian besar warga Tionghoa merayakan di tempat asal mereka.
Pantauan Media Indonesia, di sejumlah tempat di kawasan bisnis di Nagoya, Rabu (6/2), hampir sebagian besar masih memilih untuk menutup usaha. Apalagi, mayoritas di kawasan bisnis Nagoya merupakan warga keturunan Tionghoa.
"Hampir sebagian besar mereka pulang ke tempat asalnya untuk merayakan Imlek bersama keluarga. Namun, ada beberapa orang yang tidak pulang sehingga tetap membuka usahanya," kata Ali Tan, RT 05/RW01, Nagoya Bisnis Center, Kecamatan Lubukbaja, Batam.
Biasanya, kata dia, pagi hari kawasan Nagoya padat dengan aktivitas. Namun selama dua hari ini, aktivitas terlihat sepi. Begitu pun arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Hal serupa terlihat di Tanjung Balaikarimun, Kabupaten Karimun, khususnya di kawasan bisnis Meral sebagai kawasan kota lama yang merupakan milik masyarakat keturunan Tionghoa. Hanya satu atau dua toko saja yang buka, itupun hanya sampai siang hari.
Baca juga: Lebih dari 1.000 Wisatawan Tiongkok Hadiri Festival Balingkang
Selain toko biasa, supermarket dan minimarket pun banyak yang tutup pada perayaan hari kedua Imlek. Jalanan utama di Karimun pun nampak sepi dan hiruk pikuknya aktivitas warga.
Dampaknya, masyarakat Karimun yang ingin membeli berbagai keperluan di supermarket mengaku kesulitan mencari barang keperluan mereka.
Kunto misalnya, warga Meral yang biasa berbelanja di salah satu supermarket yang ada di daerah tempat tinggalnya itu harus rela menahan kekecewaan saat mendatangi supermarket tujuannya itu tidak buka dari pagi.
Dirinya pun beralih mencari toko lainnya, namun toko lain pun tidak ada yang dibuka.
"Saya biasanya berbelanja di supermarket ini, namun begitu sampai di sini ternyata tidak buka. Biasanya barang yang saya beli cuma ada di sini. Begitu tahu tutup, saya lalu mencari ke toko lain, ternyata semua toko pada tutup. Kesal juga ketika barang yang dicari tak ditemukan karena tokonya, apalagi hujan-hujan begini," katanya. (OL-3)
MOMEN Imlek tahun ini terasa lebih spesial karena bertepatan dengan libur long weekend.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat adanya peningkatan volume penumpang Whoosh selama periode libur panjang
Guna memfasilitasi antusiasme masyarakat, pengelola Monas memberlakukan perpanjangan jam operasional kawasan serta menyajikan atraksi visual khusus pada Senin (16/2) dan Selasa (17/2).
Harga cabai rawit kini mencapai Rp50 ribu per kg, naik dari Rp35 ribu per kg. Harga cabai keriting berada di kisaran Rp35 ribu per kg, dari sebelumnya Rp20 ribu per kg.
APCI memprediksi setelah periode Imlek, harga cabai rawit merah akan bergerak turun secara bertahap.
KOMUNITAS Pecinan Semarang kembali menghidupkan tradisi Pasar Imlek Semawis 2026 sebagai ruang perayaan budaya yang inklusif sekaligus penggerak ekonomi rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved