Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH korban serangan demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kudus terus meningkat. Data di Pemerintah Kabupaten dengan di rumah sakit berbeda jauh hingga belum diputuskan sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Pemantauan Media Indonesia, Rabu (30/1), puluhan penderita DBD di Kabupaten Kudus masih terbaring di beberapa rumah sakit daerah itu. Sebagian masih tetap dalam pantauan karena berstatus rawat jalan.
Meskipun jumlah pasien DBD selama Januari mencapai ratusan orang yang lakukan perawatan rumah sakit, namun Pemkab Kudus hanya menyebut DBD di Kudus belum masuk Kejadisn luar biasa (KLB) karena baru 20 kasus yang ditemukan.
"Hingga kini baru 20 kasus yang ditemukan, namun tetap harus waspada saat musim hujan seperti sekarang ini," kata Bupati Kudus HM Tamzil.
Baca juga: Penderita DBD di Tuban Capai 149 Orang, 2 Meninggal Dunia
Sementara itu Direktur RS Mardi Rahayu Kudus Pujianto mengatakan berdasarkan data jumlah pasien DBD yang di rawat di rumah sakit itu selama Januari 2019 mencapai 148 orang, yakni 91 pasien rawat inap dan 57 pasien rawat jalan.
Jumlah pasien DBD di RS Mardi Rahayu ini, kata Pujianto, meningkat dibanding bulan Desember sebelumnya sebanyak 60 pasien dengan 42 di antaranya rawat inap.
"Pasien DBD di sini cukup tinggi pada 2017 yakni 566 kasus dengan 423 rawat inap dan 143 rawat jalan, selama tahun 2018 sebanyak 353 kasus dengan 247 rawat inap dan 106 rawat jalan," imbuhnya.
Angka pasien DBD di rumah sakit tersebut memang cukup tinggi. Pada 2 tahun terakhir, jumlah DBD paling banyak terjadi 2017 yakni 566 kasus yang terdiri atas 423 rawat inap dan 143 rawat jalan. Kemudian, 2018 sebanyak 353 kasus yang teridiri 247 rawat inap dan 106 rawat jalan.
Direktur Utama RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Aziz Achyar mengatakan jumlah pasien DBD yang dirawat di rumah sakit pemerintah ini mengalami lonjakan cukup signifikan.
Hingga saat ini setidaknya sudah 66 pasien dirawat inap dan 7 pasien rawat jalan atau melonjak dibanding bulan sebelumnya sebanyak 32 pasien rawat inap dan 3 pasien rawat jalan.
"Peningkatannya memang cukup tajam, dua kali lipatnya dibanding bulan sebelumnya dan semuanya telah mendapat penanganan baik," tambahnya. (OL-3)
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, pada Maret mengalami peningkatan dibandingkan Februari.
SEPANJANG periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 44 warga di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, positif terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan ketahanan masyarakat terhadap bahaya demam berdarah melalui aksi nyata berbasis komunitas.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya petugas kesehatan dan beberapa puskesmas harus terlibat menggerakan masyarakat supaya lingkungan bersih.
Kementerian Kesehatan menerapkan teknologi Wolbachia untuk menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved