Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PROYEK pengerjakan sarana fasilitas obyek pariwisata di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) lokasi obyek wisata Pulau Padar di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikerjakan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Nagara (APBN) senilai Rp4 miliar pada tahun Anggaran 2017 lalu dengan pembangian item alokasi anggaran untuk jalan tangga menuju puncak Padar sebesar Rp1,4 miliar sudah rusak meski baru setahun selesai dikerjakan.
Sejumlah batu beton campuran dari semen terkelupas dan sebagian lainya sepanjang ruas jalan menuju puncak rusak berat. Hal itu menyebabkan wisatawan yang menuju pucak maupun turun dari pucak jatuh tergelincir dan mengalami luka-luka.
Kondisi itu dikeluhkan oleh Gubernur NTT Victor Bungitilu Laiskodat, belum lama ini, saat mengunjungi Pulau Padar dan menemukan kondisi buruknya jalan di obyek wisata Pulau Padar.
"Ini proyek kerja tidak benar. Pihak BTNK perlu bertangung jawab karena kontraktor kerja asal jadi. Harap segerah dibereskan!" seru orang nomor satu di NTT itu.
Baca juga: Basarnas Kupang Evakuasi Korban Tewas di Wisata Goa Monyet
Menurut Victor, jika dibiarkan akan berdampak pada wisatawan yang berkunjung ke pucak Pulau Padar.
"Wisatawan akan terjatuh jika tidak behati hati.,"katanya. "Yang lebih penting adalah kualitas pekerjaan yang disayangkan. Ini kan anggran negara jadi jangan main main."
Seorang wisatawan asal Inggris Merry Bethy, 48, memprotes keras ke pemandunya lantaran dirinya terjatuh saat mendaki menuju ke puncak pulau itu dan mengalami luka pada kedua kaki dan tangannya.
Bethy yang ditemui Media Indonesia, Rabu (30/1) mengaku kondisi jalan menuju ke puncak dikerjakan asal jadi sehingga bisa melukai.
"Saya sangat kecewa karena kondisi jalan.Hal kecil ini perlu diperhatikan. Tetapi saya sudah terluka," katanya.
Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Budhy Kurnia sebelum berangkat menuju Jakarta dikonfirmasi Media Indonesia, Rabu (30/1) mengatakan dirinya tidak tahu persis besaran anggaran dana yang di alokasikan untuk pembuatan jalan itu. Namun, dirinya tahu ada item pekerjaan lanjutan jalan setapak tangga naik menuju ke puncak Padar.
"Maaf, saya lupa berapa besar anggarannya.Itu proyek pekerjaan lanjutan setelah pemutusan hubungan kerja dengan pihak kontraktor sebelumnya," ujar Budhy.
Diterangkan Budhy,pekerjaan ruas jalan menuju ke puncak pulau Padar itu adalah pekerjaan lanjutan. Dan nanti akan diperbaiki. Proyek itu masih dalam tahap pemeliharaan. (OL-2)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved