Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
RUAS jalan menuju lokasi wisata Pantai Warna, Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur nyaris putus lantaran diterjang gelombang.
Lebih dari setengah badan jalan sepanjang 30 meter menuju lokasi itu hanyut terbawa gelombang yang mengakibatkan arus lalu lintas tersendat.
"Badan jalan tergerus air laut karena tidak dinding penahan gelombang. Kalau mau bangun jalannya, dahulukan pembangunan tembok penahan gelombang sekitar 300 meter," kata Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis kepada wartawan, Sabtu (26/1).
Pada Jumat (25/1) petang, Fary bersama Satker Wilayah I Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN) X, Balai Sungai Wilayah (BSW) Nusa Tenggara II, dan BMKG Stasiun El Tari Kupang mengunjungi lokasi itu untuk melihat dari dekat dampak gelombang tinggi yang menerjang pesisir Kota Kupang sejak tiga hari terakhir.
Menurut Fary, jika ada tembok penahan, gelombang ruas jalan di sepanjang pantai tersebut aman. Kondisi itu berbeda jika dibandingkan dengan lokasi pasar tradisional yang terletak tak jauh dari jalan rusak, ternyata aman dari terjangan gelombang.
Baca juga: Pesisir Pantai Kupang Porak-Poranda Dihantam Gelombang
Pasalnya di pesisir pantai, telah dibangun tembok penahan gelombang yang dibiaya dana APBN. Sebaliknya lokasi yang rusak tersebut dibangun oleh Pemerintah Kota Kupang.
Selain itu, Fary juga juga mengunjungi lokasi penjualan pedagang di Pantai Warna Oesapa yang porak-poranda diterjang gelombang. Seluruh cafe dan tempat makan di pesisir tersebut hancur. Gelombang tinggi juga membawa sampah berserakan di pantai.
Isliko, warga setempat mengatakan bencana gelombang tinggi yang menerjang pesisir Kelurahan Oesapa merupakan siklus empat tahunan. Empat tahun lalu, lokasi itu juga porak-poranda diterjang gelombang.
Terkait musibah tersebut, Fary minta BMKG memberikan peringatan dini kepada masyarakat terutama di pesisir sehingga secepatnya menyelamatkan diri bersama barang dagangan mereka sebelum terjadi bencana.
Lokasi bencana lainnya yang dikunjungi ialah lokasi wisata pantai Teddys di Kelurahan Lai-Lai Besi Kopan yang juga hancur diterjang gelombang tinggi. (OL-3)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved