Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pelayaran ke TN Komodo Ditutup Total

John Lewar
24/1/2019 15:30
Pelayaran ke TN Komodo Ditutup Total
(ANTARA)

CUACA buruk yang terjadi di sejumlah tempat di tanah air juga dirasakan di perairan kawasan Taman Nasional Komodo. Aktivitas pelayaran di obyek wisata komodo pun menjadi lumpuh total karena diterjang angin kencang dan gelombang tinggi.

Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menutup total akses kapal wisata dan perahu masyarakat yang hendak menuju kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) sejak Rabu (23/1) kemarin.

Ditemui Media Indonesia, Kamis (24/1), Kepala UPP Kelas II Labuan Bajo, Iwan Sumantri, menyebut penutupan total itu dilakukan demi menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran di dalam kawasan TNK dan sekitarnya. Menurut Iwan, pelayaran dibuka kembali jika kondisi cuaca membaik.

Ia mengatakan penutupan dilakukan berdasarkan informasi prakiran cuaca dari BMKG tentang peringatan cuaca ekstrem. Hasil pantauan BMKG, tanggal 20-28 Januari 2019 cuaca di Laut Flores dan Selat Sape kurang bersahabat.

 

Baca juga: Cuaca Buruk, ASDP Kupang Tutup Sejumlah Rute Pelayaran

 

Iwan Sumantri menyatakan, kecepatan angin mencapai 10-25 knots dan ketinggian gelombang di laut Flores dan sekitarnya mencapai 4,0 hingga 6,0 Meter. Kondisi tersebut sangat membahayakan pelayaran.

"Kita terpaksa tutup total akses pelayaran ke kawasan TNK dan sekitarnya hingga cuaca kembali normal," ujar Iwan.

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Manggarai Barat, Sti Nenotek mengatakan rata-rata gelombang di seluruh perairan di NTT sangat tinggi. Hal itu sangat membahayakan pelayaran bagi perahu nelayan dan kapal wisata di Perairan Komodo. Untuk Nelayan dan kapal wisata diharapkan tidak melaut dalam sepekan ke depan.

"Gelombang yang tinggi sangat membahayakan bagi Nelayan. Gelombang begini, kapal Pelni saja pasti tidak jalan, apalagi kapal-kapal nelayan tentu sangat membahayakan," tegas Sti. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya