Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA buruk yang terjadi di sejumlah tempat di tanah air juga dirasakan di perairan kawasan Taman Nasional Komodo. Aktivitas pelayaran di obyek wisata komodo pun menjadi lumpuh total karena diterjang angin kencang dan gelombang tinggi.
Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menutup total akses kapal wisata dan perahu masyarakat yang hendak menuju kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) sejak Rabu (23/1) kemarin.
Ditemui Media Indonesia, Kamis (24/1), Kepala UPP Kelas II Labuan Bajo, Iwan Sumantri, menyebut penutupan total itu dilakukan demi menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran di dalam kawasan TNK dan sekitarnya. Menurut Iwan, pelayaran dibuka kembali jika kondisi cuaca membaik.
Ia mengatakan penutupan dilakukan berdasarkan informasi prakiran cuaca dari BMKG tentang peringatan cuaca ekstrem. Hasil pantauan BMKG, tanggal 20-28 Januari 2019 cuaca di Laut Flores dan Selat Sape kurang bersahabat.
Baca juga: Cuaca Buruk, ASDP Kupang Tutup Sejumlah Rute Pelayaran
Iwan Sumantri menyatakan, kecepatan angin mencapai 10-25 knots dan ketinggian gelombang di laut Flores dan sekitarnya mencapai 4,0 hingga 6,0 Meter. Kondisi tersebut sangat membahayakan pelayaran.
"Kita terpaksa tutup total akses pelayaran ke kawasan TNK dan sekitarnya hingga cuaca kembali normal," ujar Iwan.
Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Manggarai Barat, Sti Nenotek mengatakan rata-rata gelombang di seluruh perairan di NTT sangat tinggi. Hal itu sangat membahayakan pelayaran bagi perahu nelayan dan kapal wisata di Perairan Komodo. Untuk Nelayan dan kapal wisata diharapkan tidak melaut dalam sepekan ke depan.
"Gelombang yang tinggi sangat membahayakan bagi Nelayan. Gelombang begini, kapal Pelni saja pasti tidak jalan, apalagi kapal-kapal nelayan tentu sangat membahayakan," tegas Sti. (OL-3)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved