Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH jembatan di Kampung Cisarua RT 02/05, Desa Girijaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, roboh saat turun hujan deras, Senin (21/1) petang.
Penyangga jembatan mengalami abrasi akibat derasnya debit air sungai.
"Kejadiannya Senin (21/1) sekitar pukul 15.30 WIB saat hujan deras," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, Selasa (22/1).
Selain jembatan, lanjut Eka, hujan deras pada Senin juga berdampak terhadap rusaknya sejumlah rumah warga. Di Kampung Cisarua RT 02/06 terdapat tiga rumah rusak milik Acang, 40, Nurjanan, 30, dan Boyat, 27.
"Sedangkan di Kampung Cisarua RT 01/05, satu rumah milik Arwaji, 45, juga mengalami rusak berat," ujarnya.
Baca juga: Terus Bangun Jembatan Gantung untuk Tingkatkan Konektivitas
Eka mengaku belum menghitung secara rinci nilai kerugian akibat bencana di Kampung Cisarua, Desa Girijaya, Kecamatan Warungkiara. Untuk penanganan sementara, pemilik rumah yang rusak diungsikan sementara ke rumah kerabat terdekat.
"Untuk penanganan jembatan kita pasangi pengaman agar tidak terjadi warga yang kecelakaan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu," jelasnya.
Selama 2018, nilai kerugian berbagai bencana alam di Kabupaten Sukabumi, mencapai Rp21.892.500.000. Kontribusi nilai kerugian bencana terbesar terjadi pada Januari yang mencapai Rp4.482.500.000.
"Nilai taksiran kerugian ini berdasarkan hasil rekapitulasi selama Januari sampai November 2018," terang Eka.
Berdasarkan data BPBD, pada Januari nilai kerugian bencana sebesar Rp4.482.500.000, Februari sebesar Rp1.105.000.000, Maret sebesar Rp3.264.000.000, April sebesar Rp1.915.000.000, Mei sebesar Rp1.254.000.000, Juni sebesar Rp653.000.000, Juli sebesar Rp2.840.000.000, Agustus sebesar Rp1.770.000.000, September sebesar Rp477.000.000, Oktober sebesar Rp1.630.000.000, dan November sebesar Rp2.502.000.000.
Sementara nilai kerugian bencana pada Desember belum direkapitulasi BPBD setempat.
"Dibanding 2017, nilai kerugian sepanjang 2018 relatif kecil. Tapi tahun 2018 belum terhitung kerugian pada Desember," tutur dia.
Pada 2017 nilai kerugian bencana mencapai Rp46.450.900.000. Kerugian terbesar terjadi pada Desember yang nilainya ditaksir mencapai Rp11.567.500.000.
"Pada Desember 2017 kejadian bencana relatif banyak. Dampaknya banyak rumah yang rusak dan infrastruktur lainnya," pungkas Eka. (OL-3)
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang memprakirakan tinggi gelombang di sejumlah perairan di NTT dapat mencapai hingga 2,9 meter pada periode 8-14 Maret 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Foto udara sejumlah truk terjebak macet saat hendak menuju Pelabuhan Merak di Gerbang Tol Merak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia.
BMKG mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melaut dan tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi dinilai berisiko.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved