Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Diguyur Hujan Deras, Jembatan Roboh dan 4 Rumah Rusak di Sukabumi

Benny Bastiandy
22/1/2019 12:20
Diguyur Hujan Deras, Jembatan Roboh dan 4 Rumah Rusak di Sukabumi
Sejumlah pohon di Kampung Sinagar, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tumbang saat hujan deras disertai angin kencang, Senin (10/12) petang.(Ilustrasi -- MI/BENNY BASTIANDY)

SEBUAH jembatan di Kampung Cisarua RT 02/05, Desa Girijaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, roboh saat turun hujan deras, Senin (21/1) petang. 

Penyangga jembatan mengalami abrasi akibat derasnya debit air sungai.

"Kejadiannya Senin (21/1) sekitar pukul 15.30 WIB saat hujan deras," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, Selasa (22/1).

Selain jembatan, lanjut Eka, hujan deras pada Senin juga berdampak terhadap rusaknya sejumlah rumah warga. Di Kampung Cisarua RT 02/06 terdapat tiga rumah rusak milik Acang, 40, Nurjanan, 30, dan Boyat, 27.

"Sedangkan di Kampung Cisarua RT 01/05, satu rumah milik Arwaji, 45, juga mengalami rusak berat," ujarnya.

Baca juga: Terus Bangun Jembatan Gantung untuk Tingkatkan Konektivitas

Eka mengaku belum menghitung secara rinci nilai kerugian akibat bencana di Kampung Cisarua, Desa Girijaya, Kecamatan Warungkiara. Untuk penanganan sementara, pemilik rumah yang rusak diungsikan sementara ke rumah kerabat terdekat.

"Untuk penanganan jembatan kita pasangi pengaman agar tidak terjadi warga yang kecelakaan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu," jelasnya.

Selama 2018, nilai kerugian berbagai bencana alam di Kabupaten Sukabumi, mencapai Rp21.892.500.000. Kontribusi nilai kerugian bencana terbesar terjadi pada Januari yang mencapai Rp4.482.500.000.

"Nilai taksiran kerugian ini berdasarkan hasil rekapitulasi selama Januari sampai November 2018," terang Eka.

Berdasarkan data BPBD, pada Januari nilai kerugian bencana sebesar Rp4.482.500.000, Februari sebesar Rp1.105.000.000, Maret sebesar Rp3.264.000.000, April sebesar Rp1.915.000.000, Mei sebesar Rp1.254.000.000, Juni sebesar Rp653.000.000, Juli sebesar Rp2.840.000.000, Agustus sebesar Rp1.770.000.000, September sebesar Rp477.000.000, Oktober sebesar Rp1.630.000.000, dan November sebesar Rp2.502.000.000. 

Sementara nilai kerugian bencana pada Desember belum direkapitulasi BPBD setempat.

"Dibanding 2017, nilai kerugian sepanjang 2018 relatif kecil. Tapi tahun 2018 belum terhitung kerugian pada Desember," tutur dia.

Pada 2017 nilai kerugian bencana mencapai Rp46.450.900.000. Kerugian terbesar terjadi pada Desember yang nilainya ditaksir mencapai Rp11.567.500.000.

"Pada Desember 2017 kejadian bencana relatif banyak. Dampaknya banyak rumah yang rusak dan infrastruktur lainnya," pungkas Eka. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya