Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 80 korban terdampak puting beliung di Rancaekek, Kabupaten Bandung hingga Sabtu (12/1) masih mengungsi di Masjid At Taubah, Perum Rancaekek Permai II. Wilayah mereka menjadi yang paling parah terkena amukan angin kencang tersebut yang terjadi pada Jumat (11/1) sore.
Menurut Pusdalops BPBD Jawa Barat Budi Budiman, para pengungsi berasal dari perumahan tersebut yang tempat tinggalnya mengalami rusak parah. Di Perum Rancaekek Permai II ini terdapat sekitar 300 rumah yang terdampak puting beliung.
Baca Juga: Basarnas Bandung Evakuasi Korban Puting Beliung di Rancaekek
"Yang terkena di blok C, D, dan E," katanya di Bandung. Dia tidak mengetahui sampai kapan para korban itu akan bertahan di pengungsian.
Berdasarkan pengalaman, menurutnya hal ini akan sangat bergantung kepada kontribusi pemerintah dalam membantu renovasi rumah korban. "Seperti apa pemerintah kabupaten membantu perbaikannya. Karena kalau melihat kerusakan rumah dan pengakuan korban, mereka membutuhkan bantuan untuk memperbaikinya," katanya.
Meski begitu, dia meyakini jumlah pengungsi tidak akan bertambah lagi. "Tidak, tidak akan bertambah lagi. Karena ada juga yang mengungsi ke rumah saudaranya," kata dia.
Puting beliung yang menerjang Kecamatan Rancaekek terjadi di tiga kawasan berbeda, yakni Kampung Jatisari, Kampung Papanggungan, dan Perum Rancaekek Permai. Di kampung Jatisari terdapat 15 rumah yang mengalami rusak berat.
"Di Kampung Papanggungan ada 50 rumah yang rusak ringan," katanya. Dari jumlah rumah terdampak itu, menurutnya terdapat 1 korban yang mengalami luka berat, dan 15 luka ringan. "Bantuan sudah berdatangan. Tenda dan posko sudah didirikan," katanya.
Kepala BPBD Kabupaten Bandung Akhmad Djohari mengatakan, bantuan yang sudah berdatangan di antaranya makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Pihaknya pun sudah menerjunkan petugas untuk membantu evakuasi. Meski begitu, berdasarkan kondisi di lapangan, menurut dia status kebencanaan sudah bisa dinaikkan menjadi tanggap darurat.
Saat ini statusnya masih siaga sehingga pihaknya tinggal menunggu rekomendasi dari pihak-pihak terkait untuk menaikkannya. "Akan minta kajian (tim) reaksi cepat di sana untuk meningkatkan tanggap darurat, karena di sana sudah memenuhi syarat ke tanggap darurat," katanya. (OL-7)
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang memprakirakan tinggi gelombang di sejumlah perairan di NTT dapat mencapai hingga 2,9 meter pada periode 8-14 Maret 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Foto udara sejumlah truk terjebak macet saat hendak menuju Pelabuhan Merak di Gerbang Tol Merak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia.
BMKG mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melaut dan tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi dinilai berisiko.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved