Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana angin kencang. Pasalnya, pada puncak musim penghujan di bulan Januari ini, selain curah hujan tinggi, juga ada potensi angin kencang.
Apalagi, berdasarkan pengalaman sebelumnya, selama 2018 lalu, bencana angin kencang cukup menonjol dengan kerugian hingga Rp3,5 miliar lebih.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan salah bencana yang perlu diantisipasi pada puncak musim penghujan adalah angin kencang.
"Dalam beberapa waktu terakhir, telah terjadi sejumlah kejadian angin kencang pada saat hujan deras turun. Kami mengimbau kepada warga untuk waspada dan mengantisipasi kalau di sekitar rumah ada pepohonan," jelas Tri Komara, Rabu (9/1).
Baca juga: BPBD Sumbar Sediakan Fasilitator Kebencanaan di Kabupaten dan Kota
Ia mengungkapkan, angin kencang menjadi salah satu bencana yang cukup sering terjadi di Cilacap. Di tahun 2018 saja, selama setahun terjadi 64 kejadian bencana angin kencang dari total 139 peristiwa bencana.
"Selama setahun pada 2018, bencana angin kencang telah menyebabkan seorang korban meninggal dunia. Untuk kerugian harta benda, 26 unit rumah roboh, rusak berat 60 unit, 88 rumah rusak sedang dan 717 rusak ringan. Secara total, kerugian mencapai Rp3,5 miliar lebih," ujarnya.
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, angin kencang terjadi pada awal tahun di bulan Januari. Oleh karena itu, saat sekarang juga memasuki awal Januari, warga harus waspada terhadap bencana angin kencang atau angin puting beliung.
"BPBD Cilacap juga terus bersiaga 24 jam pada puncak musim penghujan sekarang ini," jelas Tri Komara. (OL-3)
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved