Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
TERTAHAN beberapa hari, ratusan wisatawan di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah berlega hati karena dapat kembali pulang. Surutnya gelombang membuat pelayaran penyeberangan Jepara-Karimunjawa kembali dibuka.
Pemantauan Media Indonesia, Jumat (4/1), penyeberangan Jepara-Karimunjawa kembali dibuka. Dua kapal dari Jepara yakni KMP Sinjai dan KMC Expres Bahari diberangkatkat hari ini membawa ratusan penumpang dan sembako menuju ke Karimunjawa.
Setelah sejak sebelum tahun baru pekayatan dihentikan akibat gelombang tinggi di perairan Laut Jawa hingga mencapai 2,5 meter, mulai hari ini gelombang mereda dan pelayaran kembali dibuka meskipun sebelumnya masih banyak pertimbangan katena dikhawatirkan gelombang kembali bergolak.
"Sudah diberangkatkan hari ini, Kmp Siginjai tadi berangkat pukul 7.45 WIB dan KMC Expres Bahari pukul 08.00 WIB," kata Kepala UPP Syahbandar Tri Jotho.
Baca juga: Gelombang Tinggi Mereda Pelayaran Masih Lumpuh
Kapal Motor Penumpang (KMP) Siginjai, demikian Tri Jotho, dengan kapasitas 260 penumpang menurut rencana akan langsung kembali lagi ke Jepara, sedangkan Kapal Motor Cepat (KMC) Expres Bahari dengan kapasitas 410 penumpang baru akan kembali ke Jepara Sabtu (5/1) esok.
Sementaara ini gelombang selat Karimunjawa 0,5 - 1,25 meter, lanjut Tri Jotho, masih aman untuk pelayaran. Namun jika cuaca buruk tiba-tiba maka pelayaran kapal tersebut akan kembali dihentikan.
"Jika kondisi tiba-tiba buruk seperti biasanya kapal itu bisa kembali lagi," imbuhnya. (OL-3)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved