Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA daerah di pantura Jawa Tengah mengawasi ketat pantai dan pesisir baik untuk kunjungan wisatawan maupun nelayan dan warga yang hidup di pesisir pantai. Meskipun bahaya tsunami jauh, namun ancaman air laut pasang tetap mengintai.
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (27/12), beberapa pantai di pantura di musim liburan ini masih menjadi primadona bagi wisatawan. Meskipun tidak sebesar kunjungan pada liburan sebelumnya, ratusan wisatawan masih terlihat berada di pantai.
Ancaman gelombang tinggi juga masih mengintai. Hal itu terlihat air laut berwarna kecoklatan di tengah gelombang yang terus menderu, sehingga para wisatawan lebih banyak memilih menjauh dan hanya bisa melihat dari jarak 100-200 meter dari bibir pantai. Namun beberapa di antara wisatawan tetap nekat menyentuh air laut.
Terlihat di beberapa pantai wisata seperti Pantai Widuri (Pemalang), Pasir Kencana dan Slamaran (Pekalongan), Sigandu (Batang), Kartini dan Bandengan (Jepara), serta Gisik Agung (Rembang), beberapa petugas kepolisian tampak mengawasi ketat pengunjung yang berada di pantai. Polisi dengan sigap menegur pengunjung yang mencoba mandi, dan menjaga jarak dengan bibir pantai.
"Kami mengerahkan personel untuk menyisir pantai agar tidak ada masyarakat atau pengunjung yang mandi di laut," kata Kepala Polres Pemalang Ajun Komisaris Besar Nona Pricillia Ohei.
Selain memantau perkembangan gelombang, kata Nona Pricillia, puluhan petugas yang diturinkan juga mengawasi ketat pengunjung dan dengan tegas menggunakan pengeras suara agar tetap hati-hati agar sementara tidak mandi atau berenang di laut.
"Kita lakukan antisipasi saja, karena gelombang tinggi juga masih terjadi di Laut Jawa," imbuhnya.
Baca juga: Tetap Stabil, Hotel-Hotel di Kawasan Pelabuhan Ratu Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Tidak hanya pantai wisata, pemantauan ketat juga dilakukan di pantai umum baik dekat perkampungan nelayan dan pelabuhan nelayan. Di tengah gelombang tinggi ini, sebagian nelayan di pantura juga memilih untuk tidak melaut dan mengisi kegiatan rutin seperti merawat kapal, menambal jaring atau pekerjaan lainnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Sanusi Siswoyo, mengatakan mengantisipasi bencana yang setiap saat datang dan mengintai saat gelombang tinggi. Pihak BPBD, kata Sanusi, menurunkan personel untuk melakukan pemantauan dan pengawasan bersama petugas dari kepolisian.
"Di tengah-tengah cuaca ekstrem ini kita selalu waspada. Tidak hanya di daratan tetapi juga di pantai dan laut katena ancaman gelombang tinggi dan laut pasang mengintai," ujar Sanusi.
Menurutnya, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pati dengan berbagai perlengkapan seperti perahu karet, pelapung dan peralayan evakuasi telah disiapkan di beberapa pantai, terutama perkampungan nelayan dan pelabuhan perikanan seperti Banyutowo dan Juwana.
"Kami mengimbau agar warga dan nelayan waspada terhadap kondisi ini," tambahnya. (OL-3)
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang memprakirakan tinggi gelombang di sejumlah perairan di NTT dapat mencapai hingga 2,9 meter pada periode 8-14 Maret 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Foto udara sejumlah truk terjebak macet saat hendak menuju Pelabuhan Merak di Gerbang Tol Merak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia.
BMKG mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melaut dan tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi dinilai berisiko.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved