Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Pusat Meteorologi Maritim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Eko Prasetyo menyampaikan para pemudik perlu mengantisipasi bencana hidrometeorologi yang diakibatkan kondisi cuaca selama mudik Lebaran. Berdasarkan prakiraan BMKG, ada potensi hujan lebat di beberapa wilayah yang perlu diwaspadai di antaranya sebagian ruas daerah pesisir di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
"Terutama di ruas atau daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat ini ada potensi hujan lebat menjelang Lebaran atau pas mudik," ujar Eko saat konferensi pers mengenai antisipasi risiko bencana hidrometeorologi saat arus puncak balik Idulfitri 1445 H yang digelar secara daring oleh Kantor Staf Presiden, Selasa (2/4).
Selain wilayah Jawa, Eko menyampaikan potensi ancaman banjir pesisir di beberapa wilayah Sumatera dan sebagian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, sebagian besar Sulawesi dan Papua. Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan potensi banjir pesisir.
Baca juga : Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi akan Dominasi Pekan Mudik, Waspada!
"Perlu dicermati apalagi pada 1 atau awal April ini hingga tanggal 13 April ini ada potensi ancaman banjir pesisir di beberapa wilayah, walaupun dibeberapa wilayah pesisir hanya saja tidak boleh kita abaikan kondisi ini karena ini juga dapat menggangu aktivitas nanti," tuturnya.
Selama fase pancaroba atau pergantian musim hujan ke musim kemarau, Eko mengatakan ada perubahan cuaca yang perlu diwaspadai. Perubahan cuara yang cepat, sambung dia, mengakibatkan gelombang tinggi. Hal itu perlu diantisipasi oleh pemudik yang menggunakan jasa penyebrangan kapal.
"Terutama di penyeberangan kecepatan angin yang tinggi tentu berdampak gelombang tinggi di penyeberangan ini bisa menghambat lalu lintas mudik. Kita harus waspadai hal ini dan cermati mitigasinya," imbau Eko.
Baca juga : Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Masih Terjadi Hingga Pekan Ketiga Maret, Waspada Bencana Hidrometeorologi
Ia mengingatkan bahwa banyak sekali wilayah yang berpotensi turun hujan. Oleh karena itu, untuk penyebrangan kapal laut, perlu mewaspadai perubahan kecepatan angin.
"Terutama di Selat Sunda, Selat Bali, dan Selat Lombok," tukasnya.
Kepala Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bambang Surya Putra menambahkan khusus pada 1 April hingga 13 April 2024, masyarakat perlu mewaspadai gelombang tinggi di daerah pantai utara Pulau Jawa dan daerah pantai selatan Pulau Jawa.
Baca juga : Waspada Banjir Rob Sepekan ke Depan di Pesisir Jakarta
"Daerah pantai tersebut diperkirakan akan mengalami gelombang pasang," terang Bambang.
Daerah-daerah tersebut di antaranya Semarang, Cirebon, Indramayu. Kemudian Cilacap, Pacitan, dan Kebumen. Sedangkan daerah yang dinilai memiliki kerawanan yakni Sukabumi dan Pandeglang, berpotensi mengalami adanya gangguan dari rob atau pasangnya air laut. Bambang juga menyampaikan ada daerah yang mengalami curah hujan ekstrem.
"Kemudian untuk daerah yang melintasi sungai besar yaitu daerah di Jawa Timur, masih terjadi curah hujan ekstrem di daerah Malang, juga di kawasan Jawa Tengah antara Grobokan kemudian Kudus juga Demak. Ini juga terjadi curah hujan tinggi," paparnya. (Z-6)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada Sabtu (7/3/2026) malam hingga pagi, menyebabkan banjir di sejumlah titik jalan dan pemukiman penduduk.
BMKG Samarinda mengeluarkan peringatan dini potensi banjir dan longsor di Kalimantan Timur (Kaltim) periode 11-20 Maret 2026 akibat curah hujan tinggi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat cuaca ekstrem ini.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah ibu kota selama sepekan ke depan.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan hari ini, 6 Maret 2026. Makassar dan sekitarnya berpotensi hujan lebat hingga 13:10 WITA.
BMKG NTT meminta warga waspada terhadap tiga bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang memicu hujan ekstrem dan angin kencang di seluruh wilayah NTT.
BMKG Wamena mengimbau warga di 8 kabupaten Papua Pegunungan waspada bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor hingga April 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved