Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Ekosistem Perkotaan di Serpong Terus Bertumbuh

M Ilham Ramadhan Avisena
16/3/2026 23:19
Ekosistem Perkotaan di Serpong Terus Bertumbuh
Fasilitas penunjang perkotaan di Serpong semakin lengkap dengan rencana pembangunan MRT koridor timur-barat,(Dok. MI)

KAWASAN Serpong di Tangerang Selatan terus berkembang menjadi salah satu pusat hunian dan gaya hidup baru di wilayah penyangga ibu kota. Pembangunan berbagai fasilitas kota, mulai dari pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga institusi pendidikan, mendorong terbentuknya ekosistem perkotaan yang semakin lengkap di kawasan tersebut.

Salah satu pengembangan kawasan yang turut membentuk wajah Serpong modern adalah Summarecon Serpong yang dikembangkan oleh PT Summarecon Agung Tbk. Di atas lahan sekitar 850 hektare, kawasan ini dirancang sebagai kota terpadu yang menggabungkan hunian, area komersial, pendidikan, hingga ruang publik dalam satu lingkungan.

Seiring waktu, kawasan ini telah berkembang dengan lebih dari 12.000 unit rumah, sekitar 6.000 apartemen, 1.800 kavling hunian, serta sekitar 2.000 unit ruko. Beberapa area hunian seperti Pondok Hijau Golf, The Springs, Scientia Garden, dan Symphonia menjadi bagian dari struktur kawasan yang saling terhubung.

Pengembangan komersial juga terus bertambah. Ruko-ruko bisnis berkembang di sejumlah titik kawasan, termasuk peluncuran City Hub pada 2025 di Jalan Boulevard Gading Serpong serta City Gate yang diperkenalkan pada 2026 di kawasan central business district.

Di luar hunian dan area bisnis, fasilitas kota yang dibangun juga cukup beragam. Di antaranya pusat belanja Summarecon Mall Serpong, menara perkantoran Plaza Summarecon Serpong, serta fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Saint Carolus Summarecon Serpong.

Kawasan ini juga dilengkapi fasilitas pendidikan, mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi. Beberapa di antaranya adalah Sekolah Terpadu Pahoa, Sekolah Islam Al Azhar Summarecon Serpong, Pradita University, dan Universitas Multimedia Nusantara.

Pengembangan kawasan juga diarahkan pada sektor gaya hidup. Salah satu proyek yang sedang disiapkan adalah The Hood, kawasan creative retail compound seluas hampir empat hektare yang direncanakan dibuka pada pertengahan 2026.

Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur mengatakan, pengembangan kawasan tidak sekadar membangun properti, tetapi juga membentuk ruang hidup yang terintegrasi.

"Beragam akses menuju Summarecon Serpong diyakini akan semakin meningkatkan nilai kawasan dan merangsang tumbuhnya berbagai potensi bisnis. Kawasan akan semakin hidup dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman tanpa batas. Dengan begitu, Summarecon Serpong semakin lengkap karena selain menghadirkan berbagai fasilitas berskala kota terpadu, juga didukung akses yang mudah dengan sejumlah pilihan moda transportasi," ujarnya dikutip pada Senin (16/3). 

Dari sisi konektivitas, akses menuju kawasan ini semakin terbuka setelah diresmikannya jalan penghubung antara Gading Serpong dan BSD City pada Januari 2025. Jalan tersebut menghubungkan Boulevard Gading Serpong dengan kawasan BSD, sehingga mempermudah mobilitas antarwilayah.

Selain itu, pengembang juga menjajaki kerja sama dengan PT MRT Jakarta untuk pengembangan jalur MRT koridor timur-barat yang direncanakan menghubungkan Kembangan hingga Balaraja. Integrasi transportasi ini diharapkan memperluas akses kawasan dengan jaringan transportasi publik.

Pengelolaan kawasan juga dilengkapi sistem keamanan terintegrasi melalui command center yang dibangun di gerbang utama kawasan Symphonia pada 2023. Fasilitas tersebut berfungsi memantau keamanan, lalu lintas kawasan, hingga sistem respons cepat.

Selain infrastruktur kota, kawasan ini juga menghadirkan ruang rekreasi keluarga seperti SQP Park. Area terbuka hijau tersebut menawarkan wahana rekreasi dan edukasi bagi pengunjung.

"SQP Park kami hadirkan sebagai ruang rekreasi keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Melalui berbagai zona tematik, interaksi dengan satwa, hingga aktivitas petualangan di alam terbuka, pengunjung dapat menikmati momen kebersamaan keluarga sekaligus mengenal lingkungan dan satwa dengan cara yang lebih dekat dan interaktif," ujar Center Head SQP Park, Alese Sandria.

Sejumlah wahana rekreasi tersedia di taman tersebut, mulai dari kereta mini yang melintasi berbagai zona tematik hingga area interaksi dengan satwa seperti alpaca, capybara, hingga kuda poni. Bagi pengunjung yang menyukai aktivitas luar ruang, tersedia pula wahana petualangan seperti adventure ropes dan wall climbing. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik