Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Sopir Mengantuk Akibat Kerja 2 Hari, Pramono Minta Sistem Rotasi Trans-Jakarta Dievaluasi

Mohamad Farhan Zhuhri
24/2/2026 13:57
Sopir Mengantuk Akibat Kerja 2 Hari, Pramono Minta Sistem Rotasi Trans-Jakarta Dievaluasi
Bus Transjakarta yang mengalami kecelakaan di ruas Swadarma arah Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026).(ANTARA/HO-Ditlantas Polda Metro Jaya)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti insiden kecelakaan bus Trans-Jakarta koridor 13 di kawasan Cipulir. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh faktor kelelahan akibat pramudi yang bekerja selama dua hari berturut-turut.

“Yang pertama berkaitan dengan kejadian tabrakan yang kemarin di Cipulir ke arah JORR itu, memang betul-betul karena Pak Yayan ketiduran. Saking ngantuknya. Polisi juga sudah menyampaikan istilahnya microsleep. Nah, itu terjadi pada sopirnya,” kata Pramono di Balai Kota, Selasa (24/2).

Kondisi microsleep tersebut membuat pramudi kehilangan kendali sesaat hingga bus keluar jalur. Meski menyebut peristiwa ini sebagai human error, Pramono menegaskan bahwa manajemen tidak bisa lepas tangan.

Pramono menginstruksikan agar evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap tata kelola dan pengawasan operator. Pemprov DKI memastikan sanksi tidak hanya berhenti di tingkat pengemudi.

“Yang paling penting kami sudah memerintahkan kepada Trans-Jakarta, operatornya juga harus diberikan sanksi, ditegur untuk itu. Bukan hanya yang disanksi adalah sopirnya, karena operator juga yang membina itu harus bertanggung jawab. Jadi itu yang kami lakukan,” tegasnya.

Ia meminta sistem rotasi kerja, jam istirahat, serta pengawasan kesehatan pramudi diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Kronologi Kejadian

Kecelakaan terjadi di dekat Halte Swadarma arah Cipulir, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Senin (23/2) sekitar pukul 07.00 WIB.

Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menjelaskan bahwa tabrakan melibatkan dua bus yang melaju dari arah berlawanan.

"Sopir Y pengemudi TJ Bianglala B 7136 SGA dari arah Kebayoran-Cipulir, kemudian AS pengemudi TJ Mayasari Bhakti arah Cipulir-Kebayoran B 7353 TGC," jelas Ojo dikutip dari Antara, Senin (23/2).

Berdasarkan pemeriksaan awal, sopir berinisial Y mengakui bahwa dirinya tertidur saat mengemudi. Akibatnya, bus yang dikendarainya masuk ke jalur berlawanan dan menghantam bus lain dari arah depan.

Update Korban

Data terbaru mencatat jumlah korban luka kini bertambah menjadi 24 orang. Seluruh korban merupakan penumpang dari bus yang dikemudikan oleh AS. Sementara itu, bus yang dikemudikan oleh Y dilaporkan dalam keadaan kosong (tanpa penumpang) saat insiden terjadi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya