Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Roy Suryo Cs Klaim Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor yang Diterima Bonatua Silalahi 99 Persen Palsu

Siti Yona Hukmana
10/2/2026 15:35
Roy Suryo Cs Klaim Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor yang Diterima Bonatua Silalahi 99 Persen Palsu
Kuasa hukum Roy Suryo cs, Refly Harun(Metrotvnews/Siti Yona)

KUASA hukum Roy Suryo cs, Refly Harun, merespons beredarnya salinan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tanpa sensor yang diterima pengamat kebijakan publik, Bonatua Silalahi. Refly mengaku telah melihat langsung salinan ijazah tersebut.

Refly mengatakan pihaknya langsung menggelar rapat konsolidasi bersama saksi dan para ahli setelah mengetahui keberadaan dokumen itu. Bonatua Silalahi merupakan salah satu ahli yang akan diajukan untuk diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dalam waktu dekat.

"Karena dia kan peneliti, peneliti independen yang meneliti mengenai ijazah dan dokumen-dokumen pendidikan Pak Jokowi kan sebenarnya ya, kurang lebih. Dan dia untuk mendapatkan salinan dokumen yang tanpa sensor itu perlu menempuh upaya yang luar biasa kan. Menggugat ke KIP, Komisi Informasi Pusat, sampai bahkan ke Mahkamah Konstitusi segala," kata Refly di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/2). 

Putusan sidang di Mahkamah Konstitusi menyatakan salinan ijazah tersebut merupakan dokumen publik yang tidak boleh ditutupi. Sebelumnya, terdapat sembilan item yang disensor dan kini seluruhnya telah dibuka. Dengan demikian, Bonatua Silalahi memperoleh salinan ijazah yang dinilai resmi.

Refly menyebut salinan ijazah Jokowi itu seharusnya identik dengan ijazah yang diserahkan Jokowi kepada penyidik dan diperlihatkan pada 15 Desember 2025 saat gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya. Dokumen tersebut juga semestinya sama dengan ijazah yang diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilu 2014 dan 2019.

Di sisi lain, ijazah yang dikantongi Bonatua Silalahi disebut sama dengan ijazah yang diunggah kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi, di media sosial. Perbedaannya, ijazah yang diunggah Dian berwarna, sedangkan yang diterima Bonatua Silalahi berupa hitam putih atau fotokopi.

Refly menyebut salinan ijazah tersebut telah diteliti oleh Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, serta Dokter Tifauziah Tyassuma. Hasil penelitian menyimpulkan dokumen tersebut dinilai 99,9 persen palsu.

"Nah, jadi apa yang didapatkan Bonatua ini memperkuat bahwa apa yang diteliti Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifa Uzziah Tiasumam adalah barang yang diserahkan pada waktu pendaftaran sebagai presiden 2014 dan 2019. Dan itu menurut penelitian, hasil penelitian sekali lagi itu palsu, 99,9 persen palsu kata Roy Suryo," pungkas Refly Harun. (P-4)
 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya