Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kali Ciliwung Meluap, Banjir Rendam 38 RT di Jakarta Timur Hingga Ketinggian 3,5 Meter

Basuki Eka Purnama
30/1/2026 11:19
Kali Ciliwung Meluap, Banjir Rendam 38 RT di Jakarta Timur Hingga Ketinggian 3,5 Meter
Banjir merendam permukiman warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026) pagi.(ANTARA/Siti Nurhaliza)

INTENSITAS hujan lokal yang tinggi dikombinasikan dengan luapan Kali Ciliwung kembali memicu banjir hebat di wilayah Jakarta Timur pada Jumat (30/1) pagi. 

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, tercatat sebanyak 38 RT terendam banjir dengan ketinggian air yang cukup ekstrem, bahkan mencapai lebih dari tiga meter di beberapa titik.

Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah BPBD Jakarta Timur, Ali Kojim, mengonfirmasi bahwa banjir kali ini berdampak signifikan pada mobilitas dan pemukiman warga di dua kecamatan.

"Banjir merendam 38 RT di dua kecamatan, dengan ketinggian air di sejumlah titik mencapai hingga tiga meter lebih. Penyebab banjir di seluruh lokasi adalah luapan Kali Ciliwung yang diperparah hujan lokal," kata Ali Kojim saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Hujan yang mengguyur ibu kota sejak Kamis (29/1) malam menyebabkan debit air Kali Ciliwung meningkat pesat. 

Hingga pukul 06.00 WIB, dampak banjir meluas ke lima kelurahan di 13 RW. Sebanyak 581 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.830 jiwa dilaporkan terdampak oleh bencana tahunan ini.

Kramat Jati Jadi Titik Terparah

Kecamatan Kramat Jati menjadi wilayah yang terdampak paling parah, khususnya di Kelurahan Cawang, Cililitan, dan Balekambang. 

Kondisi paling ekstrem terpantau di Jalan Taman Harapan (RW 03) dan Gang Haji Maliki (RW 05), Kelurahan Cawang. Di lokasi ini, air merangkak naik drastis dari 210 cm pada dini hari menjadi 350 cm atau 3,5 meter pada pagi hari.

Sementara itu, di Kelurahan Cililitan, tepatnya di kawasan Jalan Musholla Al Hikmah dan Jalan Seruni, air merendam pemukiman setinggi 200 cm sejak pukul 03.00 WIB. 

Kondisi fluktuatif terjadi di Kelurahan Balekambang, saat air yang sempat menyentuh 165 cm pada pukul 05.00 WIB mulai sedikit menyurut menjadi 155 cm satu jam kemudian.

Dampak Luapan di Jatinegara

Selain Kramat Jati, luapan air juga meluas ke Kecamatan Jatinegara. Di Kelurahan Kampung Melayu, air merendam kawasan Kebon Pala dengan ketinggian mencapai 185 cm di wilayah RW 05.

"Sementara di RW 05, air terus naik dan mencapai 185 sentimeter pada pagi hari," ucap Ali.

Kenaikan air yang signifikan juga dirasakan warga Bidara Cina. Di Gang Macan (RW 07), genangan air bertahan di angka 200 cm hingga pagi hari. Meski di beberapa titik seperti Jalan Tanah Rendah ketinggian air relatif lebih rendah, yakni 60 hingga 70 cm, aktivitas warga tetap lumpuh total.

Hingga saat ini, BPBD Jakarta Timur masih menyiagakan petugas di lapangan untuk memantau kemungkinan adanya kenaikan air susulan. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca di wilayah hulu maupun lokal masih berpotensi mendatangkan curah hujan tinggi yang dapat memengaruhi debit aliran Kali Ciliwung. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya