Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN rumah warga di Kampung Sawah, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, terendam banjir pada Kamis (29/1) pagi akibat luapan Kali Cakung. Intensitas hujan yang tinggi dengan durasi panjang sejak Kamis (29/1) dini hari menjadi pemicu utama meningkatnya debit air di kawasan tersebut.
Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai hingga satu meter. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh total, terutama karena akses jalan lingkungan tidak dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, air berwarna cokelat pekat merendam permukiman padat penduduk tersebut.
Dewi, 38,, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa kawasan Kampung Sawah memang menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras melanda dalam waktu lama.
"Di sini sudah lebih dari dua kali kebanjiran setiap hujan deras yang cukup lama, pasti banjir," kata Dewi saat ditemui di Jakarta Timur, Kamis (29/1).
"Kalau hujan deras, waktunya juga lama, jadi air di Kali Cakung meningkat," tambahnya.
Meski air terus merangkak naik hingga masuk ke dalam rumah, sebagian besar warga memilih untuk tetap bertahan dan belum memutuskan untuk mengungsi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa maupun titik pengungsian resmi yang dibuka di wilayah tersebut.
Kondisi banjir ternyata tidak hanya melanda wilayah Cakung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa sebanyak 17 Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Barat turut terdampak luapan air.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Rabu (28/1). Hal ini menyebabkan kenaikan status pada Bendung Katulampa menjadi Waspada atau Siaga 3.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan," ujar Yohan.
Ia memaparkan bahwa selain curah hujan lokal, peningkatan debit air kiriman menyebabkan Sungai Ciliwung dan Kali Pesanggrahan meluap.
Di Jakarta Timur, ketinggian air terpantau cukup ekstrem mencapai 1,3 hingga 1,5 meter. Sementara itu, di wilayah Jakarta Barat, ketinggian air rata-rata berada di angka 30 sentimeter.
"Penyebab curah hujan tinggi dan luapan Sungai Ciliwung serta Kali Pesanggrahan," pungkas Yohan.
Saat ini, petugas gabungan terus memantau perkembangan di lapangan sembari menunggu debit air menyusut.
Warga diimbau untuk selalu memperbarui informasi mengenai tinggi muka air melalui kanal resmi BPBD DKI Jakarta guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. (Ant/Z-1)
Titik genangan terdalam berada di sekitar Halte Jembatan Gantung dengan ketinggian air mencapai 30 centimeter (cm).
13 keluarga yang berada di Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Sayung, Demak saat ini harus hidup di atas rumah panggung karena rob sudah menjadi langganan.
Menyikapi kondisi tersebut, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menyalurkan bantuan logistik sebagai bentuk kepedulian.
Pantauan tinggi muka air (TMA) Jakarta hari ini, Kamis 29 Januari 2026. Cengkareng Drain status Bahaya (Siaga 1), Manggarai & Karet Siaga 3.
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved