Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN rumah warga di Kampung Sawah, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, terendam banjir pada Kamis (29/1) pagi akibat luapan Kali Cakung. Intensitas hujan yang tinggi dengan durasi panjang sejak Kamis (29/1) dini hari menjadi pemicu utama meningkatnya debit air di kawasan tersebut.
Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai hingga satu meter. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh total, terutama karena akses jalan lingkungan tidak dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, air berwarna cokelat pekat merendam permukiman padat penduduk tersebut.
Dewi, 38,, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa kawasan Kampung Sawah memang menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras melanda dalam waktu lama.
"Di sini sudah lebih dari dua kali kebanjiran setiap hujan deras yang cukup lama, pasti banjir," kata Dewi saat ditemui di Jakarta Timur, Kamis (29/1).
"Kalau hujan deras, waktunya juga lama, jadi air di Kali Cakung meningkat," tambahnya.
Meski air terus merangkak naik hingga masuk ke dalam rumah, sebagian besar warga memilih untuk tetap bertahan dan belum memutuskan untuk mengungsi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa maupun titik pengungsian resmi yang dibuka di wilayah tersebut.
Kondisi banjir ternyata tidak hanya melanda wilayah Cakung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa sebanyak 17 Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Barat turut terdampak luapan air.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Rabu (28/1). Hal ini menyebabkan kenaikan status pada Bendung Katulampa menjadi Waspada atau Siaga 3.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan," ujar Yohan.
Ia memaparkan bahwa selain curah hujan lokal, peningkatan debit air kiriman menyebabkan Sungai Ciliwung dan Kali Pesanggrahan meluap.
Di Jakarta Timur, ketinggian air terpantau cukup ekstrem mencapai 1,3 hingga 1,5 meter. Sementara itu, di wilayah Jakarta Barat, ketinggian air rata-rata berada di angka 30 sentimeter.
"Penyebab curah hujan tinggi dan luapan Sungai Ciliwung serta Kali Pesanggrahan," pungkas Yohan.
Saat ini, petugas gabungan terus memantau perkembangan di lapangan sembari menunggu debit air menyusut.
Warga diimbau untuk selalu memperbarui informasi mengenai tinggi muka air melalui kanal resmi BPBD DKI Jakarta guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. (Ant/Z-1)
Curah hujan yang cukup tinggi yang terjadi pada Rabu (1/4) pagi membuat ruas jalan di daerah itu tergenang air sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.
PASANGAN suami istri yang merupakan pemudik dari Bogor, Jawa Barat, mengalami insiden memilukan. Keduanya terbawa hanyut arus deras di saluran drainase Cianjur.
Dalam tinjauannya, Menteri PU Dody Hanggodo menyambangi embung di Desa Padakaton guna melihat langsung titik pemicu luapan air.
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved