Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Solusi Jalur Sempit, Bus Medium Listrik Resmi Hadir untuk Transportasi Jakarta

Basuki Eka Purnama
29/1/2026 09:40
Solusi Jalur Sempit, Bus Medium Listrik Resmi Hadir untuk Transportasi Jakarta
Peluncuran bus listrik Higer yang akan digunakan sebagai alat transportasi di Jakarta(MI/HO)

UPAYA mewujudkan Jakarta yang lebih bersih dan bebas emisi mendapat momentum baru melalui peluncuran solusi transportasi ramah lingkungan terbaru. Kehadiran bus medium listrik ini menjadi jawaban atas tantangan transisi energi di rute-rute feeder dan jalur sempit Ibu Kota yang selama ini belum terjangkau oleh armada listrik berukuran besar.

Menjawab Kesenjangan Transportasi

Hingga saat ini, Transjakarta telah mengoperasikan sekitar 500 unit bus listrik dari berbagai merek. Namun, seluruh armada tersebut bertipe bus besar dengan panjang 12 meter atau lebih, sehingga sulit menjangkau lokasi dengan kondisi jalan yang tidak terlalu lebar. 

Padahal, wilayah-wilayah tersebut merupakan domain operasional layanan seperti Jaklingko atau Minitrans yang masih menggunakan bus medium bermesin diesel.

Bus listrik terbaru hasil produksi pabrikan Higer ini hadir dengan panjang sekitar 7,5 meter dan desain dek tinggi (High Deck). Dimensinya yang ringkas memungkinkan kendaraan ini menelusuri medan jalan yang sebelumnya didominasi oleh bus medium seperti Kopaja atau Metro Mini di permukiman padat.

Komitmen Ekosistem dan Operasional

Alif Prasetyo, President Director PT Energi Makmur Buana (INVI), selaku pihak yang meluncurkan armada ini, menekankan bahwa fokus utama bukan sekadar penjualan unit, melainkan kesiapan ekosistem.

“INVI hadir untuk memastikan transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga feasible secara operasional dan bisnis bagi pelanggan. Kami membangun kemitraan jangka panjang yang berfokus pada reliability, sustainability, dan kesiapan ekosistem secara menyeluruh,” ungkap Alif, dikutip Kamis (29/1)

Dukungan serupa datang dari PT Transjakarta. Direktur Operasional dan Keselamatan PT Transjakarta, Daud Joseph, mengakui bahwa pengoperasian bus medium listrik yang mumpuni masih menjadi "misteri" yang belum terpecahkan oleh merek-merek sebelumnya. Ia pun menyampaikan target agresif untuk mempercepat adopsi teknologi ini.

“Kapan kita berhasil mengubah bus yang begini menjadi lebih bagus tapi tidak ada lagi mesin injeksi, adanya adalah motor dari baterai. Mudah-mudahan setelah pertemuan siang hari ini, saya berhasil merubah angka 2027 menjadi angka 2026. Tahun 2026 kita sudah bisa mengoperasikan bus medium yang bertenaga listrik,” tutur Daud Joseph.

Kesiapan Teknis dan Industri Nasional

Menanggapi harapan tersebut, Direktur Operasional INVI, Yusa Oktavia, menyatakan optimismenya. Keyakinan ini didasari pada pengalaman operasional armada listrik di Medan yang teruji tangguh menghadapi kondisi ekstrem, termasuk banjir.

Guna menjamin kelangsungan layanan, telah disiapkan infrastruktur purnajual yang mencakup teknisi tersertifikasi, ketersediaan suku cadang, hingga pengecekan kesehatan kendaraan secara berkala. 

Selain itu, terdapat komitmen untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui pembentukan PT IMAI sebagai bagian dari kegiatan perakitan.

Langkah ini diharapkan menjadi titik balik dalam percepatan target Net Zero Emission DKI Jakarta 2050 sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi bagi jutaan warga. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya