Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem yang melanda ibu kota pada Senin (12/1/2026) pagi menyebabkan kenaikan debit air yang signifikan di wilayah Jakarta Selatan. Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Kelurahan Cilandak Timur menjadi salah satu titik terdampak paling parah dengan ketinggian air mencapai hampir satu meter.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengungkapkan bahwa banjir di kawasan Jalan NIS terpantau naik sangat cepat.
"Pada pukul 07.45 WIB, air awalnya setinggi 20 cm. Namun, hanya dalam waktu singkat, tepatnya pukul 09.00 WIB, TMA (Tinggi Muka Air) di RT 03/RW 03 melonjak drastis hingga 95 sentimeter," jelas Yohan dalam keterangan tertulisnya.
Selain RT 03, luapan air juga merendam dua wilayah lainnya di Cilandak Timur:
RT 09/RW 03: Tergenang setinggi 50 cm.
RT 13/RW 01: Tergenang setinggi 40 cm.
Penyebab Utama: Hujan Hulu dan Luapan Kali Krukut
Banjir yang melanda kawasan ini tidak hanya disebabkan oleh curah hujan lokal, tetapi juga diperparah oleh kiriman air dari area hulu. Hal ini menyebabkan Kali Krukut tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke pemukiman warga dan ruas jalan.
Hingga Senin siang, BPBD mencatat setidaknya ratusan jiwa terdampak langsung oleh banjir ini. Berikut adalah rincian data pengungsi dan warga terdampak di tiga RT terdampak:
RT 03/RW 03: 149 KK (476 jiwa)
RT 09/RW 03: 99 KK (326 jiwa)
RT 13/RW 01: 45 KK (105 jiwa)
Selain Cilandak Timur, BPBD juga melaporkan genangan air di lokasi lain di Jakarta Selatan, di antaranya:
Duren Tiga: 1 RT tergenang setinggi 40 cm.
Pasar Minggu: 3 RT terdampak dengan ketinggian air serupa dengan Cilandak Timur, yakni mencapai 95 cm.
BPBD DKI terus menyiagakan personel dan peralatan evakuasi di titik-titik rawan banjir guna memastikan keselamatan warga. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.
Usaha tersebut semestinya memenuhi kebutuhan warga di dalam perumahan, bukan mengundang masyarakat dari luar lingkungan.
Strategi ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI untuk meminimalisasi risiko banjir dan titik genangan yang sering mengganggu mobilitas warga saat puncak musim hujan.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memastikan banjir Jakarta yang sempat merendam 123 RT telah tertangani cepat. Ia mengaku sejak pagi langsung mengawal penanganan di lapangan.
Banjir melanda Jakarta Timur, Jumat (20/2/2026). 1.382 jiwa terdampak di Jatinegara hingga Cawang. Meski air capai 1,2 meter, warga belum ada yang mengungsi.
HUJAN dengan intensitas tinggi dilaporkan menjadi penyebab banjir Jakarta hari ini, Jumat (20/4). Hujan memicu kenaikan muka air di beberapa pos pantau
Update banjir Jakarta Utara hari ini, Jumat 20 Februari 2026. Cek daftar rute TransJakarta yang dialihkan dan titik genangan terbaru di sini.
HUJAN dengan intensitas tinggi dilaporkan menjadi penyebab banjir Jakarta hari ini, Jumat (20/4). Hujan memicu kenaikan muka air di beberapa pos pantau
Banjir Jakarta sejak Jumat (20/2) juga berdampak pada pengalihan rute Transjakarta.
Update banjir Jakarta pagi ini, Sabtu 31 Januari 2026. BPBD DKI catat 29 RT terendam, Cawang dan Kampung Melayu terparah akibat luapan Ciliwung.
Prakiraan cuaca Jakarta hari ini, Sabtu 31 Januari 2026. BMKG rilis peringatan dini hujan petir merata. Cek update banjir di 29 RT dan tinggi muka air Ciliwung.
Update TransJakarta 30 Januari 2026. Koridor 3 Daan Mogot mulai normal, namun Koridor 5 terdampak banjir kiriman di Jatinegara. Cek rute terkini.
Banjir kiriman dari hulu Ciliwung tiba di Jakarta, Jumat (30/1/2026). BPBD DKI mencatat kenaikan TMA di Pintu Air Manggarai. Warga Rawajati hingga Kampung Melayu terdampak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved