Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH bagi generasi muda kini tidak lagi semata dipilih berdasarkan luas bangunan atau jumlah kamar. Perubahan gaya hidup, pola kerja yang semakin fleksibel, serta meningkatnya perhatian terhadap kenyamanan visual membuat aspek desain, pencahayaan alami, dan efisiensi ruang menjadi pertimbangan utama dalam memilih hunian. Seiring perubahan kebutuhan tersebut, pengembang properti mulai menyesuaikan pendekatan desain hunian agar lebih relevan dengan karakter generasi masa kini. Konsep modern dengan estetika sederhana, ruang yang adaptif, serta bukaan yang memaksimalkan cahaya alami menjadi elemen yang semakin dicari. Pendekatan inilah yang kemudian dihadirkan dalam pengembangan hunian terbaru di kawasan Park Serpong melalui Wonder Collection. Dari sisi desain, hunian ini menghadirkan fasad yang lebih modern dan segar, sekaligus dilengkapi dengan french balcony yang dirancang untuk menghadirkan pencahayaan alami lebih optimal.
Dari sisi desain, hunian ini menghadirkan fasad yang lebih modern dan segar, sekaligus dilengkapi dengan french balcony yang dirancang untuk menghadirkan pencahayaan alami lebih optimal. Hunian dalam Wonder Collection hadir dalam berbagai tipe, mulai dari Bronze Beverly Livin, Silver Beverly Livin, Urban Beverly Livin, Tree Tops Beverly Livin, Gold Beverly Livin, hingga Gold Tops Beverly Livin. Variasi tipe tersebut memberikan fleksibilitas bagi calon penghuni untuk menyesuaikan kebutuhan ruang dengan tahap kehidupan, baikbagi single professional, pasangan muda, maupun keluarga muda. Dari sisi keterjangkauan, hunian ini dipasarkan dengan rentang harga mulai dari Rp300 jutaan hingga Rp900 jutaan. Rentang harga tersebut menjadikan produk ini menyasar segmen pembeli rumah pertama hingga keluarga muda yang ingin tinggal di kawasan kota mandiri dengan fasilitas yang terus berkembang, tanpa harus mengorbankan kualitas desain dan lingkungan.
CEO LippoLand, David Iman Santosa, mengatakan bahwa pengembangan hunian di Park Serpong diarahkan untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berubah.
“Park Serpong kami rancang sebagai kota yang dinamis, inklusif, dan relevan bagi berbagai segmen masyarakat. Kehadiran Wonder Collection menjadi bagian dari upaya kami menghadirkan hunian berkualitas dengan desain menarik dan harga yang tetap terjangkau,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Kamis (8/1).
Hingga akhir 2025, tercatat lebih dari 12.000 unit hunian di Park Serpong telah terjual, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap kawasan ini sebagai lokasi tinggal maupun investasi.
Dari sisi pengembangan fasilitas pendidikan, LippoLand bersama Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) telah meluncurkan Lentera National – Park Serpong, sekolah K–12 (TK–SMA) yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2026. Sekolah ini dirancang untuk menampung hingga 1.500 siswa dan akan dikembangkan secara bertahap dengan fasilitas pembelajaran modern.
Kawasan Park Serpong juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas gaya hidup, seperti Park Serpong Beach Club, minimarket, serta sejumlah tenant kuliner yang akan segera beroperasi.
Komitmen pengembangan kawasan tersebut turut mendapat pengakuan melalui penghargaan Project of The Year dan Best of The Best Zillennial Housing pada ajang Golden Property Awards 2025.
Dengan variasi hunian, pendekatan desain yang mengikuti tren global, serta pengembangan kawasan yang berkelanjutan, Wonder Collection Park Serpong diproyeksikan menjadi salah satu produk hunian yang menarik perhatian pasar properti pada awal 2026. (E-4)
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Milenial dan Gen Z mulai meninggalkan parameter kesuksesan tradisional seperti kepemilikan rumah atau tabungan jangka panjang, menuju pengelolaan keuangan yang personal dan berbasis nilai.
Bagi Gen Z dan Gen Alpha, hasil yang cepat dan nyata menjadi nilai penting, sejalan dengan ritme hidup mereka yang dinamis.
Studi terbaru mengungkap tren unik Gen Z yang melibatkan orangtua dalam proses rekrutmen. Pakar peringatkan risiko "red flag" bagi karier dan kesehatan mental.
Faktor seperti desain yang instagrammable, konektivitas smartphone yang mulus, efisiensi bahan bakar, hingga harga yang kompetitif menjadi penentu utama.
Berdasarkan riset YouGov tahun 2025, mayoritas Gen Z kini lebih memilih mengalokasikan THR mereka untuk ditabung atau diinvestasikan dibandingkan sekadar konsumsi sesaat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved