Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Mal-Mal Jakarta Rayakan Tahun Baru 2026 tanpa Kembang Api

Andhika Prasetyo
25/12/2025 07:52
Mal-Mal Jakarta Rayakan Tahun Baru 2026 tanpa Kembang Api
Ilustrasi(Antara)

Dua pusat perbelanjaan besar di Jakarta Pusat, Plaza Indonesia dan Grand Indonesia, memutuskan untuk tidak menggelar pesta kembang api pada malam tahun baru 2026. Keputusan ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mendorong perayaan yang lebih sederhana dan penuh empati.

Manajer Komunikasi Pemasaran dan Hubungan Masyarakat Plaza Indonesia, Tommy Utomo, menjelaskan bahwa tahun ini pengelola memilih konsep acara yang lebih sederhana. Saat ditemui di Plaza Indonesia, ia menegaskan dukungan pihaknya terhadap kebijakan pemerintah daerah sebagai bentuk solidaritas bagi warga di sejumlah wilayah Sumatera yang masih terdampak bencana.

“Kita dukung pemerintah. Pastinya kita kan juga merayakan Natal dan tahun baru 2026 tapi juga sambil prihatin juga dengan saudara-saudara kita di Sumatra,” katanya.

Tommy menambahkan, suasana perayaan tetap dihadirkan, namun dengan cara yang lebih bersahaja.

“Jadi, kita juga turut mendukung gerakan tersebut, untuk kita merayakan dengan mensyukuri tapi tetap low profile dan simpatik terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah,” ia menambahkan.

Sikap serupa juga diambil pengelola Grand Indonesia. Mereka memastikan tidak akan menampilkan pertunjukan kembang api pada malam pergantian tahun nanti.

“Kami menghormati dan mendukung kebijakan terkait peniadaan pertunjukan kembang api pada malam pergantian tahun,” kata Asisten Manajer Komunikasi Perusahaan Grand Indonesia, Annisa Hazarini.

Ia menegaskan, keputusan tersebut tak lepas dari pertimbangan kemanusiaan.

“Hal ini juga sebagai bentuk kepedulian dan empati kita bersama terhadap saudara-saudara kita yang masih terdampak atas bencana yang terjadi,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Rabu.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan delapan titik acara perayaan tahun baru di lima wilayah kota, dengan panggung utama di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Namun, pesta kembang api tidak menjadi bagian dari agenda resmi. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh penyelenggara, baik pemerintah maupun swasta.

“Untuk wilayah seluruh Jakarta, yang diadakan oleh pemerintah maupun swasta, kami meminta untuk tidak ada kembang api dan kami akan mengeluarkan surat edaran untuk hal tersebut,” katanya.

Pemprov DKI juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api di lingkungan masing-masing, sebagai wujud kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi dampak bencana Sumatra. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya