Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
INSTITUT Kesenian Jakarta (IKJ) berkomitmen mewujudkan Jakarta sebagai kota sinema melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) serta penyerahan Apresiasi Penghargaan Film 2025. Kegiatan ini melibatkan akademisi, pemerintah, dan pelaku industri perfilman nasional.
Rektor IKJ Syamsul Maarif menyatakan, sebagai perguruan tinggi seni, IKJ memiliki tanggung jawab akademik dan sosial untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan budaya serta penguatan ekosistem perfilman Jakarta.
Menurutnya, Jakarta perlu berkembang tidak hanya sebagai lokasi produksi film, tetapi juga sebagai ruang lahirnya ide, kreativitas, dan kolaborasi lintas disiplin seni.
"IKJ memiliki peran strategis dalam menyiapkan seniman dan insan perfilman yang akan mengisi ekosistem kota sinema," ujar Syamsul, Selasa (23/12).
Syamsul menekankan bahwa terwujudnya Jakarta sebagai kota sinema membutuhkan kerja kolaboratif dan jejaring yang berkelanjutan. Ia menilai seni memiliki sifat horizontal dan saling terhubung, sehingga seluruh cabang seni berperan dalam membangun identitas Jakarta sebagai kota sinema yang inklusif dan berkelanjutan.
Sekretaris Pembina Yayasan Seni Budaya Jakarta, Arie Budhiman, menegaskan bahwa IKJ merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem industri kreatif Jakarta yang harus dibangun secara terintegrasi dari hulu ke hilir.
Ia menyebut penguatan kota sinema memerlukan komitmen, kolaborasi, konsistensi, kompetensi, serta dampak yang terukur.
"Tanpa konsistensi, mimpi Jakarta sebagai kota sinema akan sulit terwujud," kata Arie.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Retno Setiowati, menilai Jakarta memiliki potensi besar untuk menjadi kota sinema berkelas dunia. Potensi tersebut ditopang oleh keberagaman budaya, narasi urban, komunitas kreatif yang dinamis, serta infrastruktur pendukung.
Namun demikian, Retno menegaskan bahwa upaya tersebut membutuhkan perencanaan strategis dan kolaborasi lintas sektor.
"Peran IKJ sangat penting sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia dan laboratorium produksi karya film," beber Retno.
Ia berharap forum diskusi ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan dan program pengembangan perfilman Jakarta, sehingga memperkuat posisi Jakarta di tingkat nasional maupun global.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, IKJ juga menyerahkan Apresiasi Penghargaan Film 2025 kepada sejumlah sineas dan pekerja film nasional, di antaranya M. Kanz Daffa (Will Today Be A Happy Day), Zancko Zebedillah Zayyaan bersama tim Kolase Films (Rahasia Umum), Suryana Paramita, Yandy Laurens, Hanung Bramantyo, Ismail Fahmi Lubis dan Azhar Kinoi Lubis, Amar Haikal, Batara Goempar, Dimas Bagus Triatma, Ical Tanjung, Muhammad Firdaus, Roy Lolang, Eros Eflin, Frans Paat, Aline Jusria, Dinda Amanda, Wawan I Wibowo, Indrasetno Vyatrantra, Ichsan Rachmaditta, Wahyu Tri Purnomo, serta Mira Lesmana.
IKJ menegaskan bahwa pemberian penghargaan dan penyelenggaraan forum strategis ini merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring dan ekosistem perfilman Jakarta. Melalui kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri kreatif, IKJ optimistis Jakarta dapat tumbuh sebagai kota sinema yang berdaya saing global dan berakar kuat pada budaya. (P-4)
Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026 Dorong Inovasi Generasi Muda melalui Sinema
Tangerang dan Kota Tua Jakarta jadi lokasi syuting film Netflix terbaru TYGO yang dibintangi Lisa Blackpink. Warga diimbau cari rute alternatif.
Penutupan jalan akan difokuskan pada tiga titik utama yang menjadi lokasi pusat kegiatan, yakni Jalan Teh, Jalan Cengkeh, dan Jalan Kunir 2 Dalam.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan wisata Kota Tua Jakarta, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Maudy Ayunda membawakan dua lagu sekaligus untuk soundtrack Para Perasuk yaitu Aku yang Engkau Cari dan Di Tepi Lamunan di bawah arahan produser musik Lafa Pratomo.
Meski proses aplikasi riasan memakan waktu, Angga Yunanda menyebut tantangan terberat justru muncul saat proses pembersihan setelah syuting selesai.
Kisah nyata pembebasan 36 sandera di Selat Malaka yang penuh ketegangan diangkat ke layar lebar dengan judul The Hostage's Hero.
Tim produksi menemukan bahwa Uluwatu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang refleksi yang menawarkan keseimbangan antara kemewahan dan spiritualitas alam.
Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut français d’Indonésie (IFI) =menghadirkan Clermont-Ferrand Night.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved