Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

IKJ Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Jadikan Jakarta Kota Sinema

Akmal Fauzi
23/12/2025 16:53
IKJ Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Jadikan Jakarta Kota Sinema
IKJ berkomitmen mewujudkan Jakarta sebagai kota sinema melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) serta penyerahan Apresiasi Penghargaan Film 2025.(ist.)

INSTITUT Kesenian Jakarta (IKJ) berkomitmen mewujudkan Jakarta sebagai kota sinema melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) serta penyerahan Apresiasi Penghargaan Film 2025. Kegiatan ini melibatkan akademisi, pemerintah, dan pelaku industri perfilman nasional.

Rektor IKJ Syamsul Maarif menyatakan, sebagai perguruan tinggi seni, IKJ memiliki tanggung jawab akademik dan sosial untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan budaya serta penguatan ekosistem perfilman Jakarta.

Menurutnya, Jakarta perlu berkembang tidak hanya sebagai lokasi produksi film, tetapi juga sebagai ruang lahirnya ide, kreativitas, dan kolaborasi lintas disiplin seni.

"IKJ memiliki peran strategis dalam menyiapkan seniman dan insan perfilman yang akan mengisi ekosistem kota sinema," ujar Syamsul, Selasa (23/12).

Syamsul menekankan bahwa terwujudnya Jakarta sebagai kota sinema membutuhkan kerja kolaboratif dan jejaring yang berkelanjutan. Ia menilai seni memiliki sifat horizontal dan saling terhubung, sehingga seluruh cabang seni berperan dalam membangun identitas Jakarta sebagai kota sinema yang inklusif dan berkelanjutan.

Sekretaris Pembina Yayasan Seni Budaya Jakarta, Arie Budhiman, menegaskan bahwa IKJ merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem industri kreatif Jakarta yang harus dibangun secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

Ia menyebut penguatan kota sinema memerlukan komitmen, kolaborasi, konsistensi, kompetensi, serta dampak yang terukur.

"Tanpa konsistensi, mimpi Jakarta sebagai kota sinema akan sulit terwujud," kata Arie.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Retno Setiowati, menilai Jakarta memiliki potensi besar untuk menjadi kota sinema berkelas dunia. Potensi tersebut ditopang oleh keberagaman budaya, narasi urban, komunitas kreatif yang dinamis, serta infrastruktur pendukung.

Namun demikian, Retno menegaskan bahwa upaya tersebut membutuhkan perencanaan strategis dan kolaborasi lintas sektor.

"Peran IKJ sangat penting sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia dan laboratorium produksi karya film," beber Retno.

Ia berharap forum diskusi ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan dan program pengembangan perfilman Jakarta, sehingga memperkuat posisi Jakarta di tingkat nasional maupun global.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, IKJ juga menyerahkan Apresiasi Penghargaan Film 2025 kepada sejumlah sineas dan pekerja film nasional, di antaranya M. Kanz Daffa (Will Today Be A Happy Day), Zancko Zebedillah Zayyaan bersama tim Kolase Films (Rahasia Umum), Suryana Paramita, Yandy Laurens, Hanung Bramantyo, Ismail Fahmi Lubis dan Azhar Kinoi Lubis, Amar Haikal, Batara Goempar, Dimas Bagus Triatma, Ical Tanjung, Muhammad Firdaus, Roy Lolang, Eros Eflin, Frans Paat, Aline Jusria, Dinda Amanda, Wawan I Wibowo, Indrasetno Vyatrantra, Ichsan Rachmaditta, Wahyu Tri Purnomo, serta Mira Lesmana.

IKJ menegaskan bahwa pemberian penghargaan dan penyelenggaraan forum strategis ini merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring dan ekosistem perfilman Jakarta. Melalui kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri kreatif, IKJ optimistis Jakarta dapat tumbuh sebagai kota sinema yang berdaya saing global dan berakar kuat pada budaya. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya