Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Dokter Forensik RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur memastikan kerangka manusia yang ditemukan di tempat pembuangan sampah di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat adalah Alvaro Kiano Nugroho, bocah 6 tahun yang diculik dan dibunuh oleh ayah tirinya, Alex Iskandar. Kepastian ini disampaikan setelah tes DNA selesai dilakukan.
Kesimpulan kerangka manusia itu adalah Alvaro disampaikan dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati. Selanjutnya, Karumkit Bhayangkara TK. I Pusdokkes Polri Brigjen Prima Heru Yuliharyono langsung menyerahkan jasad Alvaro kepada Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly.
"Kami dari Polres Metro Jakarta Selatan akan menerima kerangka manusia yang diduga adalah almarhum AKN yang diserahkan oleh Kedokteran Forensik Polri yaitu Bapak Kepala Rumkit kepada penyidik dan selanjutnya penyidik akan menyerahkan kerangka tersebut kepada keluarga korban untuk dimakamkan," kata Nicolas di depan ruang pemusyaran jenazah RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (4/12).
Karumkit Bhayangkara TK. I Pusdokkes Polri Brigjen Prima Heru Yuliharyono juga menyerahkan dokumen berisi surat kematian Alvaro kepada Kapolres Jaksel, yang selanjutnya diberikan kepada keluarga korban. Prima juga menyiapkan ambulans untuk membawa jenazah Alvaro ke rumah duka di Pesanggrahan, Jakarta Timur.
"Hari ini kita akan menyerahkan jenazah ini kepada penyidik. Kita siapkan ambulans ke rumah duka. Ini surat-surat berisi surat kematian semoga dokumen ini bisa digunakan oleh kekaurga untuk pemakaman dan lain-lain," ujar Karumkit.
Keluarga korban telah berada di rumah duka RS Polri Kramat Jati depan peti jenazah Alvaro. Tampak hadir kakek Alvaro, Tugiman; ibu Alvaro, Arum Indah Kusumastuti; nenek Alvaro, dan kakak perempuan Alvaro.
Mereka tampak terpukul dan terisak tangis. Kapolres Metro Jakarta Selatan Komes Pol. Nicolas langsung menyerahkan peti jenazah yang berisi kerangka Alvaro itu.
Setelah itu, peti jenazah dimasukkan ke dalam mobil ambulans untuk dibawa ke rumah duka di Pesanggrahan. Alvaro akan dimakamkan di tanah wakaf Masjid Al Muflihun Pesanggrahan, yang tak jauh dari rumah. Polisi memastikan akan membantu proses pemakaman Alvaro hingga selesai.
Alvaro dinyatakan hilang saat bulan puasa pada Kamis, 6 Maret 2025. Ternyata ia diculik oleh ayah tirinya sendiri, Alex Iskandar. Kemudian, dibunuh dan dibuang di Tenjo, Bogor, Jawa Barat.
Setelah delapan bulan berlalu, akhirnya polisi menemukan jasad Alvaro dengan bantuan informasi saksi dan anjing pelacak atau K-9. Alex yang mulanya mengelabui petugas kepolisian dan keluarga dengan pura-pura ikut mencari korban, akhirnya terkuak ia lah pelakunya.
Alex ditangkap dan dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 23 November 2025. Namun, nahas ia bunuh diri di ruangan konseling setelah ditetapkan tersangka dan hendak dimasukkan ke ruang tahanan. Meski meninggal, motif pembunuhan ini diketahui diduga karena dendam dengan sang istri, Arum atas praduga selingkuh di Malaysia. (Yon/P-3)
Al Azhar Memorial Garden merupakan area pemakaman seluas 25 hektare yang dirancang modern, tertata, dan asri.
Sejak 2011, Al Azhar Memorial Garden telah mengembangkan lahan seluas 25 hektare. Hingga kini lebih dari 80 persen kavling telah terjual.
Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna menilai persoalan ini sudah berlangsung lama dan tidak kunjung terselesaikan karena kurangnya koordinasi antarinstansi.
Semakin siang jumlah pelayat dari mukai kalangan santri, ulama, pejabat hingga warga umum terus berjubel di kediaman anggota DPR tiga periode itu.
PEMAKAMAN Iffet Veceha Sidhar (Bunda Iffet), Ibunda dari personel grup band Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim, di TPU Karet Bivak, Jakarta pada Minggu (27/4).
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka babak baru dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan merekrut 101 atlet SEA Games.
Peristiwa bermula sekitar pukul 18.20 WIB saat kondisi bus cukup padat. Korban yang sedang berdiri awalnya tidak menyadari adanya tindakan pelecehan.
Dalam gelar perkara itu, hasil yang ditemukan dari kandungan yang disita saat peristiwa dilakukan persesuaian.
Reonald memandang KUHAP baru malah lebih melindungi hak asasi manusia (HAM), baik korban, tersangka, dan saksi.
Menurut Anang, perbedaan ini bukan masalah serius. Penyesuaian juga diyakini tidak akan lama.
Pelaku ditembak karena melawan petugas saat pengembangan kasus. Satu pelaku lain masih buron.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved