Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Operasi Zebra 2025 Resmi Dimulai Besok, Ini Sasaran Utamanya

Akmal Fauzi
16/11/2025 22:20
Operasi Zebra 2025 Resmi Dimulai Besok, Ini Sasaran Utamanya
Ilustrasi: Personel Satlantas Polres Bogor menindak pengendara sepeda motor yang melanggar aturan lalu lintas saat Operasi Zebra Lodaya 2024 di Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.(ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

KORPS Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan mulai menggelar Operasi Zebra 2025 secara serentak di seluruh Indonesia mulai besok, Senin (17/11) hingga 30 November 2025. Operasi tahunan ini digelar untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan lancar menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Operasi Zebra tahun ini diarahkan melalui tiga sasaran utama, yaitu persiapan menuju Operasi Lilin 2025, hasil analisis Kamseltibcarlantas dalam tiga bulan terakhir, serta respons terhadap fenomena pelanggaran yang berkembang di masyarakat, termasuk penertiban balap liar yang kini menjadi fokus perhatian.

Tak hanya penindakan, Operasi Zebra 2025 juga mengutamakan edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat.

Sasaran Pelanggaran Operasi Zebra 2025

Operasi akan menindak sejumlah pelanggaran prioritas, antara lain:

  • Tidak menggunakan sabuk keselamatan
  • Tidak memakai helm SNI
  • Melanggar rambu atau marka jalan
  • Melanggar lampu APILL
  • Menggunakan ponsel saat berkendara
  • Kendaraan tidak memenuhi persyaratan teknis laik jalan
  • Balap liar
  • Pelanggaran tata cara pemuatan angkutan barang

Lindungi Pejalan Kaki

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa Operasi Zebra 2025 sekaligus memperkuat strategi nasional keselamatan lalu lintas, dengan salah satu fokus utamanya adalah perlindungan terhadap pejalan kaki.

"Pejalan kaki adalah simbol kemanusiaan di jalan raya. Mereka yang paling lemah harus dilindungi, bukan disingkirkan," kata Agus dikutip dari Antara, Minggu (16/11).

Mantan Wakapolda Jawa Tengah itu menekankan bahwa pejalan kaki merupakan pengguna jalan yang paling rentan, sehingga membutuhkan prioritas perlindungan lebih besar dalam setiap kebijakan keselamatan lalu lintas. (Ant/P-4)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya