Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TERHITUNG semenjak Januari hingga Oktober 2025, 336 jiwa melayang dan 285 orang cidera berat akibat kecelakaan lalu lintas di Provinsi Jambi. Catatan miris tersebut merupakan dampak dari 1.654 kecelakaan lalu lintas yang ditangani Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi dan jajaran, semenjak Januari hingga menjelang detik-detik pelaksanaan Operasi Zebra Siginjai 2025 yang dimulai Senin (17/11).
“Itu jumlah yang terdata pada kami. Berharap meningkatnya budaya tertib berlalu lintas di Jambi, kita berharap tingkat kecelakaan di jalan raya bisa ditekan seminim mungkin,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Komisaris Besar Adi Benny Cahyono seusai Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Siginjai di Lapangan Hitam Mapolda Jambi, Senin petang.
Tidak dirinci kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang telah merenggut ratusan warga tersebut. Namun dari informasi yang didapatkan Media Indonesia, sebagian korban tewas berkaitan laka lantas yang dialami truk angkutan batu bara yang selama ini bebas mengaspal di jalan-jalan nasional di Jambi.
Dirlantas Adi Benny menyebutkan, Polda Jambi melalui Ditlantas jajaran, telah berupaya untuk mengawal keamanan, ketertiban dan keselamatan masyarakat berlalu lintas di Jambi. Baik melalui pendekatan edukatif, persuasif, humanis. Termasuk melalui penindakan hukum tegas terhadap pengendara yang dinilai bandel. Hal itu terlihat dari jumlah penindakan berupa tilang.
Semenjak Januari hingga Oktober 2025 sebanyak 18.731 pengendara pelanggar aturan berlalu lintas telah disanksi tilang oleh jajaran Ditlantas Polda Jambi. Dan 78 persen dari pelanggar, adalah pengendara berusia rentan.
Sementara itu Kapolda Jambi Inspektur Jenderal Krisno H Siregar yang memimpin Apal Gelar Pasukan Operasi Zebra Siginjai, Senin sore, menjelaskan, Operasi Zebra bertujuan menciptakan kondisi ideal keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas menjelang Nataru.
Krisno menekankan operasi tidak hanya fokus pada penegakan hukum kepada pengendara pelanggar. Tetapi juga untuk berupaya untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat pengguna jalan lainnya, seperti pejalan kaki.
Menurut Kapolda, suksesnya pelaksanaan Operasi Zebra semenjak 17 November hingga 30 November tersebut, membutuhkan kerja sama berbagai pihak, terutama dukungan dan kesadaran bersama dari masyarakat pengguna jalan di Jambi.(SL/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved