Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Terekam CCTV, Detik-Detik Pelaku Lepas Seragam dan Tenteng Senjata Mainan sebelum Ledakan SMAN 72

Siti Yona Hukmana
11/11/2025 18:49
Terekam CCTV, Detik-Detik Pelaku Lepas Seragam dan Tenteng Senjata Mainan sebelum Ledakan SMAN 72
Petugas Puslabfor Polri melakukan penyelidikan tempat kejadian ledakan di masjid SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025) .(MI/Usman Iskandar)

POLISI mengungkap rekaman CCTV yang memperlihatkan momen siswa pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, beberapa saat sebelum peristiwa tragis pada Jumat (7/11) Dalam rekaman itu, terlihat siswa berinisial F mengganti seragam sekolah, menenteng senjata mainan, dan berjalan menuju masjid tempat ledakan terjadi.

Direktur Reserse Kriminal Siber (Dirreskrimsiber) Polda Metro Jaya, Kombes Roberto Gomgom Manorang Pasaribu, menjelaskan bahwa rekaman kamera pengawas memperlihatkan siswa F datang ke sekolah sekitar pukul 06.28 WIB. Ia membawa tas punggung warna merah dan tas berwarna biru.

"Pada waktu CCTV menunjukkan pukul 07.28, memasuki gerbang sekolah SMA 72 Jakarta menggunakan seragam sekolah dengan menggendong tas punggung warna merah dan menenteng tas warna biru pada tangan kirinya serta memakai sepatu hitam dan berjalan ke arah kiri kamera," kata Roberto dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (11/11).

Terekam Ganti Seragam dan Arahkan Senjata ke Masjid

Menurut Roberto, siswa F sempat melintas di koridor ruang kepala sekolah dan berpapasan dengan seorang guru. Menjelang waktu salat Jumat, rekaman lain memperlihatkan pelaku berjalan tanpa alas kaki, mengenakan celana hitam dan kaus putih, serta membawa tas merah menuju masjid sekolah.

"Ketika melintasi lorong lantai 1 timur 2 yang terekam dengan channel 30, anak tersebut melintas mengenakan tas punggung warna merah tanpa alas kaki celana luar. Ini sudah menginjak waktu 11.43 real time-nya, berarti menjelang pelaksanaan kegiatan ibadah pada saat itu," ujat Roberto.

Kemudian, terlihat siswa pelaku menuju ke arah masjid. Gerakan ini menjadi titik awal pelaku anak memasuki masjid menggunakan seragam sekolah dengan membawa tas merah. Selanjutnya, tampak siswa tersebut memantau situasi di luar dan dalam masjid.

"Jadi saat itu sedang berdiri saja di dekat tiang, masih tercover oleh kamera yang ada. Pada waktu CCTV 12.44 atau waktu realtimenya 11.44 masih di channel 30, itu dilihat bahwa anak tersebut memasuki pintu masjid di bagian depan. Nah ini sudah tidak tercover lagi pada saat itu," jelas Roberto.

Beberapa menit kemudian, siswa itu tampak berdiri di dekat tiang masjid sambil mengamati situasi. Hingga pukul 12.05 WIB, ia terlihat sudah melepas seragam sekolah dan menenteng senjata mainan ke arah masjid.

Tak lama, terpantau ada cahaya merah dan asap putih setelah aksi tersebut.

"Pada waktu aktual 12.05.51, tercover dari channel 06 depan masjid, bahwa terlihat cahaya warna merah keluar dari dalam masjid disertai dengan ledakan dan mengeluarkan asap berwarna putih," terang Roberto.

Peristiwa ledakan ini terjadi di dalam masjid saat khutbah salat Jumat. Densus 88 Antiteror Polri menemukan tujuh peledak di lokasi.

Sebanyak tiga di antaranya tidak meledak dan empat lainnya meledak di dua lokasi. Selain itu, polisi juga menemukan dua senjata mainan di lokasi ledakan. Akibat insiden ini, 96 orang luka-luka, termasuk pelaku. Polisi menetapkan pelaku siswa berinisial F sebagai anak berkonflik dengan hukum (ABH).

Siswa F diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum yang patut diduga melanggar norma hukum. Siswa melanggar Pasal 80 ayat (2) Jo Pasal 76 c Undang-undang Perlindungan Anak. Kemudian, melanggar Pasal 355 KUHP dan atau Pasal 187 KUHP serta Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951.

Meski demikian, pihak kepolisian mengedepankan Sistem Peradilan Anak. Lantaran, korban maupun pelaku berstatus anak di bawah umur. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik