Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Disdik Jakarta Terbitkan SE Kewaspadaan Usai Tragedi SMAN 72

Mohamad Farhan Zhuhri
08/11/2025 14:20
Disdik Jakarta Terbitkan SE Kewaspadaan Usai Tragedi SMAN 72
Personel Brimob Polda Metro Jaya dan TNI-AL berjaga di depan SMAN 72 Jakarta usai insiden ledakan di sekolah tersebut, Jumat (7/11/2025) .(MI/Usman Iskandar)

DINAS Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menerbitkan surat edaran (SE) Nomor 38/SE/2025 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Keamanan di Satuan Pendidikan DKI Jakarta setelah ledakan di SMAN 72 Jakarta yang terjadi pada Jumat (7/11) siang.

Kepala Disdik DKI Nahdiana menyatakan, melalui SE Nomor 38 itu, pihaknya fokus menciptakan kegiatan belajar mengajar yang aman, tertib, nyaman, kondusif dan efektif.

"Kami akan melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban," sebutnya dalam keterangan yang diterima, Sabtu (8/11).

Menurut dia, Disdik DKI akan memberikan edukasi kepada semua pihak di lingkungan sekolah untuk menumbuhkan sikap saling menghormati. Semua pihak tersebut juga diminta tidak membedakan latar belakang masing-masing.

Di satu sisi, Nahdiana turut mengingatkan semua pihak di lingkungan sekolah agar tidak mudah percaya dan terprovokasi terhadap informasi yang membahayakn keamanan satu sama lain.

"Kami juga mengimbau kepada guru/wali kelas dan orangtua agar memberikan pendampingan kepada peserta didik dengan aman, nyaman, sehat secara fisik maupun mental agar tetap fokus dalam mengikuti kegiatan belajar, serta meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara orang tua/wali murid, masyarakat dan pihak terkait dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar," urai dia.

Ia menambahkan, Disdik DKI berkomitmen menciptakan iklim pendidikan yang nyaman dan aman untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan peserta didik. 

Katanya, pihak sekolah berupaya memberikan ruang dan menumbuhkan rasa aman serta nyaman kepada peserta didik untuk dapat melaporkan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. 

"Ini adalah upaya kami menjadikan kesehatan mental peserta didik sebagai prioritas dan fokus utama untuk meningkatkan kualitas hidup peserta didik," sebut Nahdiana.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan bahwa sejauh ini tim penyidik masih menggali berbagai informasi untuk menyimpulkan kronologi hingga motif ledakan SMAN 72 Jakarta. 

Namun, ia mengakui, saksi yang akan dimintai keterangan masih menjalani perawatan. "Masih dilakukan pendalaman terhadap motif, apakah yang bersangkutan korban bullying? Ini juga masih kita dalami," ujar Budi di Polda Metro Jaya, Jumat.

Katanya, polisi baru bisa memastikan keaslian senjata api laras panjang dan pistol yang ditemukan lokasi kejadian. Kedua pistol itu disebut merupakan mainan. (Far/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya