Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya, meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara sebagai aksi terorisme.
Ia menilai, kecenderungan publik mengaitkan setiap ledakan dengan teror justru dapat menyesatkan analisis motif sebenarnya.
"Kita harus hati-hati, jangan sampai jumping conclusion. Terlalu jauh kalau langsung dikaitkan dengan jaringan terorisme. Harus dilihat dulu motifnya,” ujar Harits saat dihubungi, Sabtu (8/11).
Menurut Harits, dari sejumlah indikasi yang beredar, termasuk dugaan bahwa pelaku merupakan korban perundungan (bullying), peristiwa itu lebih mengarah pada aksi balas dendam personal ketimbang serangan yang terencana oleh jaringan ekstrem.
"Kalau kita bangun analogi dari kasus bom di Mal Alam Sutera dulu, pelakunya juga bukan dari jaringan teror. Motifnya soal dendam dan tekanan pribadi. Begitu juga di kasus SMAN 72 ini, pelaku bisa jadi ingin menciptakan cerita besar agar tidak dianggap lemah,” jelasnya.
Ia menambahkan, generasi muda saat ini sangat intens mengakses informasi ekstrem melalui internet, sehingga mudah terinspirasi oleh simbol-simbol kekerasan tanpa memahami konteks ideologinya.
"Anak-anak mudah terinspirasi dari berbagai sumber di internet, bahkan dari konten ekstrem seperti kasus ultra-Nazi. Tapi itu bukan berarti mereka otomatis terpapar ideologi terorisme. Pengaruhnya lebih ke arah pembentukan persepsi kekuatan diri,” kata Harits.
Ia menegaskan, indikasi terorisme selalu mengandung motif ideologis dan politik yang jelas, bukan tindakan spontan karena masalah pribadi.
"Kalau bicara terorisme, ada motif ideologi dan politik di baliknya. Bukan karena perundungan atau dendam pribadi. Jadi, jangan semua aksi kekerasan langsung dibingkai sebagai teror,” tutupnya. (H-2)
Densus 88 menyebut aksi penikaman di sekolah Moskow, Rusia, terinspirasi ledakan SMAN 72 Jakarta setelah ditemukan tulisan “Jakarta Bombing 2025”.
terus mendalami kasus ledakan bom rakitan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Siswa berinisial F, sudah diperiksa sebanyak tiga kali.
Siswa yang menjadi pelaku ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, telah menjalani pemeriksaan. Polisi dalam motif ledakan di sman 72
Rano Karno mengungkap pengalaman bullying dan hidup susah di masa kecil yang justru memacunya hingga menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membantah isu bahwa banyak siswa SMAN 72 Jakarta ingin pindah sekolah setelah insiden ledakan
Kehadiran siswa SMAN 72 Jakarta meningkat hingga 91 persen di tengah penerapan pembelajaran hybrid setelah inisiden ledakan beberapa waktu lalu
Ia mengingatkan publik agar tidak hanya memandang sang anak sebagai pelaku, melainkan juga sebagai korban dari serangkaian kekerasan dan penelantaran.
Tiga peledak lainnya tidak meledak dan sudah disita oleh pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.
Hadrian menyerukan agar semua pemangku kepentingan pendidikan mulai dari Kemendikdasmen, DPR, KPAI, pemerintah daerah, hingga orang tua bersinergi mencari solusi jangka panjang.
Peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara harus menjadi peringatan bagi sekolah dan keluarga untuk memperkuat pengawasan terhadap ekosistem sosial dan digital remaja.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, meninjau langsung para siswa SMA Negeri 72 sekaligus memberikan semangat dan motivasi kepada mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved