Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Polri Pastikan Hasil Tes DNA 2 Kerangka Manusia di Kwitang Adalah Farhan-Reno yang Hilang

Devi Harahap
07/11/2025 14:09
Polri Pastikan Hasil Tes DNA 2 Kerangka Manusia di Kwitang Adalah Farhan-Reno yang Hilang
Kepala Laboratorium Forensik Kedokteran (Karo Labdokkes) Polri RS Polri, Brigjen dr. Hastry R. Rahayu (kiri).(MI/Devi Harahap.)

KEPOLISIAN Negara Republik Indonesia (Polri) memastikan dua kerangka jenazah yang ditemukan di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, merupakan Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputra Dewo, dua remaja yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak lebih dari satu bulan lalu pada aksi kerusuhan demonstrasi akhir Agustus 2025.

Kepastian itu disampaikan Kepala Biro Laboratorium dan Dokumen Kesehatan (Karo Labdokkes) Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan forensik dan uji DNA terhadap dua kantong jenazah yang diterima pihaknya.

“Dua kantong jenazah yang kami terima berisi sisa-sisa rangka manusia dalam kondisi tidak lengkap akibat kebakaran dan waktu kematian diperkirakan sudah lebih dari satu bulan,” ujar Hastry dalam konfrensi pers di RS Polri, Jumat (7/11).

Hastry menjelaskan, pada kantong jenazah bernomor 0080, tim forensik melakukan identifikasi sekunder melalui pemeriksaan tulang tengkorak dan panggul. Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui jenazah berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan antara 158 hingga 168 sentimeter dan termasuk dalam ras mongoloid.

“Selain itu, kami juga melakukan identifikasi primer melalui pemeriksaan gigi menggunakan teknik superimpose serta pengambilan dua sampel DNA dari tulang,” tutur Hastry.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, DNA postmortem 0080 cocok dengan data antemortem 002, sehingga jenazah berhasil teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo, anak biologis dari Muhammad Yasin.

Sementara itu, pada kantong jenazah bernomor 0081, tim forensik juga menemukan sejumlah barang bukti sekunder berupa kalung dan kepala ikat pinggang. Pemeriksaan DNA kemudian dilakukan terhadap sampel tulang jenazah tersebut.

“Hasil DNA postmortem 0081 cocok dengan antemortem 001, sehingga dapat dipastikan identitasnya sebagai Muhammad Farhan Hamid, anak biologis dari bapak Hamid,” jelas Hastry.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan pihak rumah sakit telah menyiapkan segala keperluan untuk proses penyerahan dan pemakaman kedua jenazah.

“Dari pihak rumah sakit sudah mempersiapkan dua peti jenazah. Setelah salat Jumat, kami akan menyerahkan kedua jenazah tersebut kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian juga akan mendampingi keluarga hingga proses pemakaman selesai.

“Pihak kepolisian membantu memfasilitasi keluarga sampai dengan proses pemakaman agar berjalan lancar dan tertib,” tutur Budi.

Sebelumnya, kepolisian menyelidiki dua orang yang dimaksud merupakan Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputra Dewo, yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) akibat kerusuhan demonstrasi akhir Agustus.

Penemuan itu terjadi di gedung ACC, Kwitang, Jakarta Pusat. Gedung itu terbakar pada 29 Agustus dan dua kerangka baru ditemukan pada Kamis (30/10).

“Dua orang itu memang belum ditemukan sejak kejadian 29 Agustus lalu,” jelas Roby.

Polisi mengambil sampel DNA dari keluarga dua orang yang dilaporkan hilang sejak 29 Agustus lalu.

“Sudah ada, keluarga dari yang dilaporkan hilang oleh KontraS sudah ambil data DNA pembanding di RS Kramat Jati dan Labfor Polri,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra, Minggu (2/11).

Roby mengatakan pengambilan data DNA tersebut berlangsung pada Kamis (30/10) dan Jumat (31/10). Kedua orang yang dilaporkan hilang oleh KontraS dan belum ditemukan itu ialah M Farhan Hamid dan Reno Syahputeradewo.

Sementara itu, pihak KontraS sebelumnya menyampaikan bahwa Farhan dan Reno terakhir kali terlihat di sekitar kawasan Kwitang, yang menjadi salah satu titik kerusuhan saat kebakaran gedung ACC terjadi. (Dev/P-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya