Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SIDANG gugatan warga Rumah Susun Gading Nias Residence terhadap PAM Jaya kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 14 Oktober 2025. Gugatan yang diajukan oleh Perhimpunan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) Gading Nias ini menyoroti dugaan ketidaksesuaian tarif air yang diberlakukan sejak 2014.
Menurut kuasa hukum penggugat, Haris Candra, sidang kali ini masih beragenda pemanggilan para pihak. Ia menyebutkan bahwa hingga sidang ketiga, pihak PAM Jaya (Tergugat I) dan Gubernur DKI Jakarta (Tergugat II) belum juga hadir.
“Jika mereka kembali absen, sidang akan dilanjutkan dengan pembacaan gugatan,” ujar Haris di sela persidangan.
PPPSRS Gading Nias menilai tarif air yang diberlakukan selama lebih dari satu dekade tidak sesuai dengan status hunian mereka sebagai rumah susun sederhana milik (rusunami). Ketua PPPSRS Edison Manurung menyebut, tarif yang dikenakan justru masuk kategori rumah susun menengah.
“Kami punya SK gubernur, dokumen kementerian, dan amdal yang menyatakan rusunami. Tapi tarif air kami tidak mencerminkan itu,” katanya.
Warga menuntut agar pengadilan menetapkan Gading Nias masuk kategori tarif air golongan 5F2 sesuai klasifikasi rusunami, bukan 5F3 seperti yang diberlakukan selama ini. Mereka juga meminta pengembalian dana kelebihan bayar yang ditaksir mencapai Rp17 miliar selama 11 tahun terakhir.
Edison menambahkan, berbagai upaya mediasi ke Pemprov DKI dan DPRD telah dilakukan, namun belum menghasilkan solusi. Gugatan ini, kata dia, merupakan langkah terakhir warga untuk mendapatkan perlindungan hukum dan kepastian hak sebagai konsumen layanan publik.
Sidang berikutnya akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan legalitas para pihak sebelum penunjukan hakim mediator. (Z-10)
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) meresmikan Forum Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS).
Puluhan ribu warga rusun di DKI Jakarta resah karena tarif air bersih yang mereka bayar selama ini disamakan dengan tarif pelanggan komersial seperti mal, hinggal industri besar lainnya.
Ratusan warga penghuni rumah susun dan apartemen di Jakarta turun ke jalan, Senin (21/7), menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota DKI
Ketimpangan perlakuan tarif air bersih bagi penghuni rumah susun dan minimnya keterlibatan warga dalam pengelolaan hunian vertikal kembali menjadi sorotan.
Upaya yang dilakukan oleh komunitas penghuni rumah susun di Jakarta dalam memperjuangkan keadilan tarif air bersih akhirnya membuahkan hasil.
Kenaikan tarif air bersih di rumah susun (rusun) Jakarta memicu gelombang protes dari para penghuni.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved