Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan mengungkapkan tanggul beton di pesisir utara Cilincing, Jakarta Utara, telah mengantongi persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut (PKKPRL) sejak 2023. Sementara itu, pembangunannya telah dilakukan pada 2024.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri (Wamen) Kelautan dan Perikanan Laksamana Madya (Purn) Didit Herdiawan Ashaf saat rapat kerja (raker) di Gedung Komisi IV DPR, Jakarta.
"Soal yang viral di Cilincing ini tentunya sudah ada PKKPRL tahun 2023 dan pelaksanaan kegiatan pembangunan tersebut di tahun 2024," kata Didit di Ruang Rapat Komisi IV DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/9).
Didit mengatakan masyarakat juga telah disosialisasikan mengenai pembangunan tanggul beton tersebut. Kegiatan CSR diklaim juga telah berjalan untuk masyarakat setempat.
"Sudah melakukan mitigasi dan sudah memberikan CSR kepada penduduk setempat sampai selesai dan sudah melakukan kegiatan sosialisasi," ujar Didit.
Dia mengatakan ada sejumlah penduduk baru yang tinggal di kawasan tersebut. Didit meminta pemerintah daerah memitigasi dengan mengecek KTP warga pendatang dan penduduk asli.
"Namun demikian, penduduk di sana ada yang baru datang. Makanya hari ini pemerintah daerah memitigasi untuk bisa melihat KTP yang mana pendatang yang mana penduduk asli daerah tersebut," ujar Didit. (Fah/P-2)
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti adanya tanggul beton di pesisir utara kawasan Cilincing, Jakarta Utara.
DPR mempertanyakan izin mendirikan tanggul tersebut apakah sudah mempertimbangkan sejumlah aspek
Gubernur Jakarta, Pramono Anung angkat bicara soal kemunculan tanggul beton di perairan Cilincing, Jakarta Utara, yang menuai sorotan warganet.
Dengan ketersediaan dana tersebut, seharusnya dampak banjir dapat diminimalisasi melalui persiapan yang lebih matang.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Dua dari tiga korban merupakan pasangan suami istri berinisial HW, 54, dan NJ, 49.
Penumpukan limbah organik ini tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga mengancam stabilitas ekologi pesisir dan kesehatan masyarakat.
Terkait nominal utang, polisi masih mendalami keterangan tersangka.
Saat ditemukan, pada jasad korban terdapat sejumlah luka bekas tikaman senjata tajam dan pelakunya terekam oleh kamera pengawas (CCTV).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved