Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan uji coba sosialisasi pengaturan lalu lintas di Jalan TB Simatupang menunjukkan hasil positif, yakni penggratisan jalan tol dari gerbang tol (GT) Fatmawati 2 sampai GT Pondok Indah. Itu mengurai kemacetan.
Kendati baru berlangsung satu hari, ia mengklaim kebijakan tersebut dinilai mampu mengurangi kepadatan di salah satu titik macet terparah di Jakarta Selatan.
“Ya yang pertama sosialisasi ini kan akan kita adakan selama lima hari, dari jam 17.00 sampai dengan jam 20.00. Kemarin dari malam tambah malam tambah ramai, tetapi tetap ada pengurangan. Ini kan baru satu hari,” kata Pramono di Jakarta Timur, Selasa (16/9).
Menurutnya, evaluasi lengkap akan dilakukan setelah uji coba berjalan empat hingga lima hari. Namun dari pantauan awal, pola lalu lintas di kawasan TB Simatupang sudah mulai lebih teratur.
“Saya baru bisa memutuskan apakah ini kita teruskan sampai dengan akhir Oktober setelah 4–5 hari. Tetapi intinya, langkah ini sangat menolong kemacetan yang ada di TB Simatupang,” ujarnya. (H-4)
Percepatan ini merupakan bentuk komitmen Paljaya dalam meminimalkan dampak konstruksi terhadap kelancaran lalu lintas di kawasan Jalan TB Simatupang.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan rekayasa lalu lintas dengan membuka satu lajur di Gerbang Tol Fatmawati 2 hingga Exit Tol Pondok Indah dilanjutkan hingga akhir Oktober 2025.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan untuk memperpanjang pembukaan Gerbang Tol Fatmawati 2 hingga akhir bulan Oktober 2025.
Pemprov DKI Jakarta melakukan uji coba rekayasa lalu lintas dengan skema pembukaan GT Fatmawati 2 paling kiri secara gratis hingga pintu keluar Lebak Bulus
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, curah hujan di wilayah Jakarta, akhir pekan lalu, sudah masuk dalam kategori ekstrem sehingga menyebabkan banjir
TIANG-tiang beton maupun besi bekas proyek Monorel Jakarta yang mangkrak masih berdiri sejak 21 Tahun silam. Tiang monorel tersebut berdiri kaki di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Warga juga diharapkan untuk tetap memantau kanal informasi resmi dan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan disertai angin kencang terjadi.
Puluhan tiang beton yang terlanjur berdiri akhirnya mangkrak selama belasan tahun, berubah menjadi besi tua.
Pemerintah Provinsi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan memulai pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada hari ini, Rabu (14/1).
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved