Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Reserse Narkoba Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi menangkap seorang pria yang menjadi perantara transaksi narkotika jenis sabu di Kampung Pasir Konci, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Tersangka berinisial DD, 26, warga Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat. "Kami mengamankan pelaku saat transaksi di wilayah Cikarang Selatan," ungkap Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Mustofa dalam keterangannya di Cikarang, Sabtu (13/9).
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang menyebut terduga pelaku kerap menjadi perantara sabu. Dari laporan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga mengamankan DD berikut barang bukti.
Menurut Kapolres, saat penangkapan, petugas menemukan barang bukti berupa sabu seberat 88,80 gram. "Jika harga per gram diperkirakan Rp1,1 juta, nilai barang bukti yang disita mencapai Rp97,68 juta," katanya.
Mustofa menyebut, modus operandi yang digunakan tersangka adalah dengan melakukan mapping atau pemetaan paket sabu berdasarkan arahan dari seorang pengedar yang saat ini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
"Setelah menerima barang, pelaku menunggu petunjuk dari oknum DPO tersebut untuk memetakan kembali sabu tersebut sesuai arahan," tambahnya.
Tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 Ayat (1) dengan ancaman hukuman penjara 5 hingga maksimal 20 tahun atau Pasal 112 Ayat (1) dengan ancaman 4-12 tahun.
"Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Metro Bekasi. Kami akan terus melakukan upaya maksimal untuk menangkap pelaku lain yang terlibat dalam jaringan ini, termasuk DPO yang menjadi pemasok utama," pungkas Kapolres. (AK/I-1)
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Menjelang persidangan, Ammar Zoni tampak percaya diri. Ia bahkan menyatakan keyakinannya akan segera bebas dari jeratan hukum.
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved