Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Bun Joi Phiau meminta pejabat di lingkungan Pemprov DKI jangan hanya ahli retorika saat bencana datang. Ia menyatakan salah satu titik kruisal dalam penanganan banjir Jakarta yakni Sungai Ciliwung yang merupakan jalur masuk utama air menuju wilayah selatan Jakarta.
Tanpa pengendalian serius di sepanjang aliran ini, banjir kiriman akan terus menjadi ancaman rutin bagi warga Jakarta. Namun hingga kini, Bun Joi mengatakan proyek normalisasi Kali Ciliwung masih berjalan lambat.
Dari total rencana 33,6 kilometer, baru 17 kilometer yang lahannya berhasil dibebaskan dan dibangun tanggulnya. Sisanya, sepanjang 16 kilometer, belum tersentuh akibat pembebasan lahan yang belum rampung.
Ia mengatakan, tanpa pembebasan lahan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian PUPR tidak bisa melanjutkan pembangunan tanggul melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).
“Ini sudah sangat jelas pembagian kewenangannya. Pemerintah pusat siap membangun, tapi Pemprov harus bebaskan lahannya dulu. Tanpa itu, ya proyek normalisasi akan terus tersendat,” ujar Bun Joi kepada Media Indonesia, Selasa (8/7).
Ia juga menyoroti minimnya daerah resapan di sepanjang Ciliwung, akibat pembangunan yang tidak taat aturan tata ruang. Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau justru dipenuhi permukiman dan bangunan liar.
“Masalahnya bukan sekadar teknis. Ini soal keberanian politik untuk menertibkan pelanggaran tata ruang dan berpihak pada keselamatan warga,” tegasnya.
Menurutnya, selama fungsi resapan air di kawasan hulu dan tengah terus menurun, maka setiap hujan deras di selatan Jakarta akan menimbulkan risiko banjir kiriman di wilayah hilir.
“Kalau kita tidak bereskan Ciliwung, maka kita hanya akan berputar di siklus tanggap darurat setiap musim hujan,” tambahnya.
Oleh karena itu, ia mendorong Pemprov menyelesaikan pembebasan lahan yang masih tersisa. Ia menilai penyelesaian normalisasi Ciliwung harus menjadi prioritas anggaran dan kebijakan, bukan hanya retorika saat bencana datang.
“Pemerintah jangan hanya aktif pas banjir, tapi pasif saat musim kemarau. Pembebasan lahan ini harus dituntaskan. PSI akan terus kawal dan suarakan ini dalam setiap rapat bersama eksekutif,” pungkas dia. (Far/I-1)
BMKG operasikan modifikasi cuaca (OMC) untuk cegah banjir Jakarta hingga 12 Februari 2026. Simak langkah mitigasi dan status pintu air terbaru.
Jakarta siaga banjir hingga 12 Februari 2026. BMKG prediksi hujan sangat lebat dan lakukan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana di Ibu Kota.
BMKG memprakirakan cuaca Jakarta Senin (2/2/2026) didominasi hujan sedang hingga lebat. Status Waspada meluas ke seluruh wilayah Jabodetabek.
BMKG merilis peringatan dini cuaca ekstrem 1-2 Februari 2026. Waspada hujan lebat dan angin kencang di Jabodetabek, Jawa, hingga Nusa Tenggara.
Update banjir Jakarta Utara hari ini, Sabtu 31 Januari 2026. Kelurahan Marunda dan Kapuk Muara terendam akibat luapan kali dan curah hujan tinggi.
Banjir Jakarta mulai menunjukkan tren surut. BPBD DKI Jakarta mencatat hingga Sabtu pagi masih ada 30 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara yang tergenang.
Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BBWS Ciliwung Cisadane Ferdinanto menjelaskan paket pekerjaan awal direncanakan mulai Januari 2026.
Total akan ada 14 lokasi yang terdampak normalisasi Kali Ciliwung. Namun, hingga saat ini baru ada empat lokasi yang ditetapkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved