Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan empat lokasi untuk normalisasi Kali Ciliwung. Empat lokasi yang akan dilakukan pembebasan lahan itu adalah Kelurahan Rawajati, Pengadegan, Cawang, dan Cililitan. Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jakarta Ika Agustin Ningrum mengatakan pihaknya akan segera melakukan pembebasan lahan di empat lokasi itu. Rencananya pembebasan lahan akan dilakukan mulai Agustus 2025.
"Sudah mau masuk proses pembayaran, tinggal nunggu surat dari Kementerian ATR/BPN," kata dia kepada awak media, Selasa (8/7)
Ia menjelaskan pembebasan lahan nantinya akan difokuskan terlebih dahulu di Kelurahan Pengadegan dan Cililitan terlebih dahulu. Setelah itu, baru pembebasan lahan akan dilakukan di Kelurahan Rawajati dan Cawang. Menurutnya, pekerjaan fisik akan dilakukan setelah proses pembebasan lahan dilakukan. Namun, ditargetkan pekerjaan fisik normalisasi Kali Ciliwung di empat lokasi itu bisa dimulai pada tahun ini.
"(Pekerjaan fisik) itu tahun ini juga," ucap Ika.
Ia mengeklaim tidak ada penolakan dalam pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Ciliwung. Menurut dia, pihaknya juga terus melakukan pendekatan kepada warga yang terdampak pembebasan lahan. "Alhamdulillah pendekatan terus dilakukan, di-support Pak Gubernur," ungkapnya
Menurut Ika, total akan ada 14 lokasi yang terdampak normalisasi Kali Ciliwung. Namun, hingga saat ini baru ada empat lokasi yang ditetapkan.
"Target Pak Gubernur mengeluarkan (14) penlok sampai dengan akhir tahun ini. Jadi nanti pelaksanaan pembebasan sampai 2027," tuturnya.
Salah seorang warga di Kelurahan Rawajati, Siti Aminah (57), mengaku tidak masalah terdampak pembebasan lahan untuk normalisasi Ciliwung. Namun, ia ingin Pemprov Jakarta melakukan ganti untung atas rumahnya.
"Kalau rusun, enggak mau. Maunnya ganti untung. Jadi dapat uang, nanti tinggal dimanapun monggo," kata warga yang hampir selalu terdampak banjir di wilayah itu.
Senada, Surian (48), juga tidak ingin dipindah ke rumah susun (rusun). Menurut dia, warga lebih memilih diganti uang daripada dipindah ke rusun. "Jika akan direlokasi, mereka memilih ganti untung agar bisa pindah ke lokasi lain," kata dia. (M-2)
Dengan ketersediaan dana tersebut, seharusnya dampak banjir dapat diminimalisasi melalui persiapan yang lebih matang.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan anggaran Rp100 miliar yang digelontorkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bukan hanya untuk pembongkaran tiang monorel Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas anggaran subsidi Transjakarta hingga Rp1,1 triliun pada 2026 seiring turunnya total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membongkar tiang-tiang monorel Jakarta milik PT Adhi Karya yang mangkrak di kawasan Kuningan, tepatnya di Jalan Rasuna Said sisi timur.
Pemprov DKI melakukan mitigasi untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, mulai dari pemantauan intensif BMKG hingga kesiapan infrastruktur pengendali banjir
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
PEMERINTAH mulai memproses pembebasan tanah warga dua desa terpencil di Kecamatan Peramasan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan untuk pembangunan bendungan Riam Kiwa.
Jakarta berencana melakukan pembebasan lahan di 3 kelurahan untuk kelanjutan proyek normalisasi Ciliwung.
“Kami sudah menyusun time frame untuk pengadaan tanahnya (pembebasan lahan). Setelah penetapan lokasi pada Maret 2025, kami targetkan pembebasan lahan selesai pada akhir Mei 2025,"
KETUA Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mengatakan sungai Ciliwung memiliki fungsi utama dalam sistem drainase Jakarta. Namun normalisasinya terkendala pembebasan lahan.
Pada tahun ini, Pemprov DKI masih melanjutkan pembayaran lahan yang dibebaskan untuk pembangunan tanggul normalisasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved