Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pria berinisial HK dianiaya oleh pengemudi mobil Toyota Alphard di Cilincing, Jakarta Utara. Penganiayaan itu diawali dengan adanya cekcok antara korban dan pelaku.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Kebon Baru, tepatnya di depan SDN 09 Kebon Baru, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Selasa (4/3) sekitar pukul 22.30 WIB.
"Awal kejadian korban bersama saksi EJS yang juga ibu kandung korban mengendarai sepeda motor," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, kepada wartawan, Senin (10/3).
Saat melintas di lokasi kejadian, mobil Alphard berkelir hitam awalnya mundur hingga diklakson korban. Sopir itu lalu turun hingga terjadi cekcok. "Pada saat itu pelaku memundurkan kendaraannya, karena posisi sepeda motor tepat di belakang mobil pelaku, saksi memberikan isyarat klakson sebanyak dua kali," ujarnya.
Tak terima diklakson, sopir Alphard tersebut kemudian turun dari mobil dan menemui korban. Percekcokan pun terjadi. "Korban berusaha memberikan penjelasan kepada pelaku, namun pelaku malah membanting badan korban ke jalan," lanjutnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami memar di bagian lengan kirinya. Korban juga sempat mengalami pusing setelah kepalanya membentur aspal. "Pelaku sempat merampas HP saksi karena tidak terima kejadian ini direkam oleh saksi," pungkasnya. (Fik/P-2)
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka babak baru dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan merekrut 101 atlet SEA Games.
Peristiwa bermula sekitar pukul 18.20 WIB saat kondisi bus cukup padat. Korban yang sedang berdiri awalnya tidak menyadari adanya tindakan pelecehan.
Dalam gelar perkara itu, hasil yang ditemukan dari kandungan yang disita saat peristiwa dilakukan persesuaian.
Reonald memandang KUHAP baru malah lebih melindungi hak asasi manusia (HAM), baik korban, tersangka, dan saksi.
Menurut Anang, perbedaan ini bukan masalah serius. Penyesuaian juga diyakini tidak akan lama.
Pelaku ditembak karena melawan petugas saat pengembangan kasus. Satu pelaku lain masih buron.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved