Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
SUBDIT Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap enam orang wartawan gadungan dan melakukan pemerasan terhadap korban mereka.
"Kami dari Unit 3 (Subdit) Resmob Polda Metro Jaya saat ini berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh beberapa orang yang mengaku sebagai wartawan," kata Panit 3 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Fanni Athar Hidayat dalam keterangannya, Rabu (12/2).
Fanni mengatakan, para wartawan gadungan ini melancarkan aksinya dengan cara menunggu korbannya di sebuah hotel di Jakarta dan langsung mengikuti hingga ke rumah.
“Kemudian ada korban yang keluar dari hotel dan diikutinya. Kemudian ketika sampai rumah, korban diperas puluhan juta rupiah,” ujarnya.
Saat ini, keenam wartawan gadungan tersebut sudah ditangkap dan dilakukan penahanan.
Fanni mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dengan modus serupa dan segera melaporkannya jika mengalaminya.
"Imbauan bagi masyarakat yang ada di wilayah Jakarta dan sekitarnya, apabila ada kasus yang seperti ini lagi, untuk segera melaporkan ke kepolisian terdekat," ucapnya. (H-3)
PANIT 2 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Fechy J. Ataupah mengungkap fakta baru dalam pelarian FTJ, Warga Negara (WN) Irak yang menjadi tersangka pembunuhan DA, cucu Mpok Nori.
SUBDIT Resmob Polda Metro Jaya mengungkap kronologi lengkap kasus pembunuhan DA, cucu pelawak legendaris almarhumah Mpok Nori, yang dilakukan oleh suami sirinya, FTJ.
Polisi mengungkap motif pembunuhan cucu Mpok Nori di Jakarta Timur. Pelaku, suami siri WNA asal Irak, nekat membunuh karena cemburu.
Polda Metro Jaya mengerahkan 1.810 personel dan menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional untuk mengamankan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Jakarta.
Menurut dia, proses penegakan hukum atas kasus ini yang ditangani Polda Metro Jaya merupakan langkah positif.
Kontras mendesak pembentukan TGPF untuk mengusut tuntas serangan sistematis terhadap Andrie Yunus dan membongkar aktor intelektual di balik teror ini.
POLISI mengungkap ulah enam orang wartawan gadungan yang melakukan pemerasan di Jakarta Selatan (Jaksel). Para pelaku menyasar pejabat pemerintah untuk diperas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved