Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPADATAN penumpang terjadi di Stasiun Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu (5/10) pagi. Kepadatan penumpang itu diduga akibat banyaknya masyarakat yang ingin pergi menonton pertunjukan dan konser di Monas dalam rangka HUT TNI ke-79.
Namun, dalam pantauan di lokasi pada pukul 17.00 WIB, situasi di Stasiun Manggarai sudah kembali normal dan tidak terjadi kepadatan penumpang di stasiun tersebut.
Salah satu petugas stasiun, Suparna, menceritakan awal terjadinya kepadatan di Stasiun Manggarai. Ia mengatakan bahwa kepadatan itu terjadi pada pukul 10.00 WIB, tepatnya di lobby hingga peron tujuan Stasiun Djuanda-Jakarta Kota.
Baca juga : Kepadatan Penumpang KRL di Stasiun Manggarai Imbas Tarif Promo Rp1
"Mulai padat itu jam 10.00 WIB, sebenarnya kepadatan itu terjadi akibat banyak orang yang menunggu dan mengantre kedatangan kereta ke arah Stasiun Djuanda dan Jakarta Kota," kata Suparna saat ditemui di Stasiun Manggarai, Sabtu (5/10).
Akibat antrean tersebut membuat kepadatan di lobby dan di peron stasiun. Suparna mengatakan, kepadatan penumpang itu karena banyak orang ingin pergi ke Monas untuk menyaksikan atraksi-atraksi dan konser di HUT TNI ke-79.
"Rata-rata penumpang yang mengantre dan membuat kepadatan itu ingin pergi ke Monas nonton HUT TNI itu," ujarnya.
Baca juga : Penumpang di Stasiun Manggarai Membludak, Ini Antisipasi KAI Commuter
Kendati begitu, Suparna mengatakan, kepadatan tersebut tidak berlangsung lama dan bisa dikondisikan oleh petugas. Kepadatan mulai terurai pada pukul 13.00 WIB dan kembali normal hingga saat ini.
"Kepadatan penumpang sudah mulai terurai itu kira-kira jam 13.00 WIB, itu juga dibantu oleh petugas untuk mengondisikannya, jadi tidak terlalu lama terjadi kepadatan itu," tuturnya.
Sementara itu, salah satu penumpang kereta bernama Andi mengatakan bahwa dirinya sempat terjebak kepadatan pada pagi hari tadi. Andi bersama lima temannya datang dari Bekasi untuk menuju Monas menonton perayaan HUT TNI.
Baca juga : Warga Dipersilahkan Datang pada Perayaan HUT Ke-79 TNI di Monas, Bisa Nonton Gratis Dewa 19 dan Slank
Saat ini, acara perayaan HUT TNI di Monas sudah selesai dan Andi bersama temannya pun akan kembali ke Bekasi melalui Stasiun Manggarai.
"Tadi pagi kita sempet tuh desak-desakan, ramai banget. Tujuan kita memang mau ke Monas, mau nonton NDX," kata Andi.
Andi mengatakan bahwa dirinya juga sempat tertinggal beberapa kereta jurusan Stasiun Djuanda-Jakarta Kota. Hal itu karena ramainya penumpang yang ingin menuju ke arah sana dan membuat dirinya bersama temannya menunggu kereta berikutnya.
"Kita sampai stasiun (Manggarai) jam 10.30 WIB dari Bekasi. Pas sampai sini udah penuh banget, tidak bisa gerak. Kita saja berapa kali ketinggalan kereta, akhirnya menunggu kereta selanjutnya, sekitaran se-jam menunggu," ujarnya.
"Tapi alhamdulillah kita kebagian kereta dan bisa sampai di Monas nonton NDX. Sekarang mau pulang ke Bekasi," tambahnya. (Fik/M-4)
Kepala Negara turut menjelaskan, sejatinya banyak orang asing yang takjub dengan sistem kereta dan fasilitas kereta api yang dimiliki Indonesia.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait berkoordiasi dengan PT KAI untuk program kawasan permukiman di sekitar Stasiun Manggarai, Jakarta.
Menurut pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Revy Petragradia, fasilitas Stasiun Manggarai kurang memadai mengantisipasi lonjakan penumpang.
Selain melakukan penambahan personel pengamanan di area stasiun, KAI Commuter juga melakukan pengaturan pola operasi perjalanan Commuter Line mengikuti situasi di lintas.
Untuk hari ini, Sabtu (5/10), harga tiket perjalanan KRL dikenakan Rp1 hal ini membuat warga antusias untuk menaiki transportasi umum.
Wali Kota menyampaikan, pembukaan jalan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam menyediakan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan indikasi kuat adanya tindak pidana kekerasan pada tubuh korban.
Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan tertutup tumpukan dedaunan
Peluncuran aplikasi ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat transformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved