Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, cuaca di seluruh wilayah Jakarta pada Jumat (279) berawan hingga cerah berawan.
Dikutip dari laman resmi BMKG, Jumat (27/9), cuaca pagi hari diwilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur diprakirakan berawan.
Sedangkan di Jakarta Selatan diprakirakan cerah berawan. Kemudian di Kepulauan Seribu diprakirakan berawan tebal.
Baca juga : BPBD DKI Siapkan Sarpras Penanggulangan Banjir
Pada siang hari, cuaca diseluruh wilayah Jakarta diprakirakan berawan, kecuali di Kepulauan Seribu diprakirakan berawan tebal.
Malam hari, cuaca di Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu diprakirakan berawan. Sedangkan di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan diprakirakan cerah berawan.
Dini hari, seluruh wilayah Jakarta diprakirakan cerah berawan. Suhu udara hari ini berkisar 23-32 Derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 58-98 persen. Meski demikian, masyarakat tetap harus mewaspadai potensi perubahan cuaca.
Baca juga : Banjir Jakarta : Empat RT di Pejaten Terendam Capai 2,6 Meter
Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, Mohamad Yohan mengatakan pihaknya sudah melakukan persiapan jika hujan deras yang menyebabkan banjir.
Ia menegaskan, petugas BPBD sudah ada di setiap keluarahan di Jakarta untuk menginformasikan jika terjadi banjir.
"BPBD DKI Jakarta memiliki 267 petugas penanggulangan bencana/TRC yang bersinergi dengan lebih dari 4.226 personel pasukan biru milik Dinas SDA dan ribuan personel lainnya yang berasal dari Dinas Gulkarmat, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Bina Marga dana sebagainya yang bertugas selama 24 jam," ujar Yohan kepada Media Indonesia, Jumat (27/9).
Baca juga : Waspadai Musim Hujan, BPBD Minta Warga Jakarta Sering Cek Perkiraan Cuaca
Pihaknya juga mengatakan, Jakarta diprediksi akan diguyur hujan sampai 7 hari kedepan. Ia mengimbau untuk warga selalu waspada terlebih masyarakat yang tinggal di bantaran kali.
"Dan kami pun sudah dapet peringatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahwa seminggu ini memang cuacanya cukup ekstrim ya, terutama hujan," pungkasnya. (J-2)
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat.
BPBD Kudus mengatakan longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tersebut karena intensitas hujan yang sangat lebat.
Cuaca ekstrem tersebut memicu setidaknya 14 kejadian bencana tersebar di 15 kecamatan, mulai dari pohon tumbang, kerusakan rumah warga, hingga gangguan fasilitas umum.
BMKG menyebut, kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Memasuki siang hari, sebagian besar Jakarta mulai turun hujan kecuali Jakarta Barat yang akan berawan dan Kepulauan Seribu yang akan turun hujan disertai petir.
Untuk wilayah DKI Jakarta, hujan diproyeksikan masih akan terjadi selama satu pekan ke depan.
BMKG memprediksi kondisi cuaca cerah berawan akan terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Memasuki siang hari, sebagian besar wilayah Jakarta akan berawan kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan turun hujan ringan.
BMKG kembali mengeluarkan peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved