Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas mengecek kesiapan seluruh fasilitas maupun skema layanan bagi para calon jamaah haji (CJH) Indonesia saat menjalani prosesi ibadah puncak haji di Armuzna (Arafah-Muzdalifah-Mina) yang dimulai pada Sabtu (15/6).
Menag juga memastikan kualitas sejumlah fasilitas yang diberikan kepada jemaah mengalami perbaikan dibanding musim haji sebelumnya mulai tenda, toilet, hingga kebutuhan lainnya.
Di Arafah, Menag memeriksa hampir semua fasilitas yang bakal diakses seluruh jemaah Indonesia.
Baca juga : PBNU: Mabit di Muzdalifah dengan Murur Hukumnya Sah
"Segala upaya sudah kita lakukan. Kita juga sudah cek semua fasilitas. Banyak perubahan yang dilakukan pihak mashariq (penyedia layanan haji jemaah Indonesia yang ditetapkan Arab Saudi). Sekarang tinggal Bismillaahi Tawakkaltu Alallaah. Kita bertawakkal kepada Allah. Semoga layanan ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan makin baik,” kata Gus Men, panggilan akrabnya, di sela-sela kunjungan ke sejumlah maktab jamaah Indonesia di Armuzna, pada Selasa (11/6).
Dia membeberkan hasil pengecekannya di sejumlah maktab jemaah haji Indonesia di Arafah. Secara umum, fasilitas yang disiapkan sudah baik. Salah satunya soal ketersediaan MCK. Selain jumlahnya lebih banyak dibanding tahun lalu, space-nya juga lebih luas.
Demikian pula kualitas tenda penginapan bagi jemaah di Arafah. Tahun ini, Kemenag menyiapkan tenda-tenda dengan spek yang lebih bagus. Salah satunya berada di maktab 39.
Baca juga : Selama Armuzna, Jemaah Haji harus Jaga Stamina
Kualitas tenda-tenda di maktab ini memang lebih representatif. Atap dan dindingnya memakai bahan khusus yang memiliki daya serap panas lebih baik.
Selain itu, fasilitas pelengkap juga sudah disediakan, mulai dari colokan listrik hingga charger magnetic untuk pengisian baterai ponsel.
Pada musim haji tahun ini, tenda dengan spek tersebut masih belum tersedia di semua maktab. Ada 30 ribu jamaah yang bakal menempatinya.
Baca juga : Murur Pertimbangkan Fikih dan Aspek Teknis Keamanan Jemaah Haji
"Sebenarnya tahun ini kami ingin semua tenda bisa seperti ini. Tapi waktunya tidak cukup. Kami upayakan, semoga tahun depan semua tenda jemaah kita sudah seperti ini,” katanya.
Meski demikian, Yaqut memastikan semua tenda jemaah Indonesia sudah layak. Bahkan, dibanding musim haji sebelumnya, tenda di Arafah tahun ini memiliki sejumlah keunggulan.
Di antaranya lantai tenda-tenda jamaah menggunakan cone block (paving ringan). Tidak lagi beralaskan tanah. Sehingga lebih rata dan bersih.
Baca juga : Fase Pemberangkatan Jemaah Lancar, Kemenag Fokus Layanan Haji
Selain mengecek tenda dan toilet di sejumlah maktab di Arafah, Yaqut juga mendatangi tenda penyimpanan logistik. Di tenda ini lah, seluruh konsumsi para jemaah disimpan.
Tahun ini, Kemenag RI memang memberikan layanan anyar bagi jemaah selama masa puncak haji. Semua jemaah bakal mendapatkan jatah konsumsi penuh di Armuzna.
Di tempat penyimpanan logistik Arafah, tersimpan 1,58 juta paket konsumsi bagi jemaah. Paket itu berupa makanan siap saji, dan konsumsi tambahan.
Sementara itu, untuk fasilitas kesehatan bagi jemaah selama di Arafah, Kemenag RI sudah menyiapkan tenda misi kesehatan. Jaraknya memang agak jauh dari tenda jemaah.
Namun, solusinya sudah ada. Kemenag bekerjasama dengan mashariq menyediakan golf car untuk mobilitas jemaah yang butuh layanan kesehatan.
Seusai melakukan pemeriksaan fasilitas-layanan di Arafah, Menag Yaqut memberikan imbauan khusus kepada jemaah.
"Kami mengimbau agar semua jemaah untuk memakai masker. Ini sangat penting. Selain karena cuaca yang panas, kondisi Arafah juga berdebu,” katanya.
Selain itu, yang juga diperlukan para jemaah adalah semprotan air untuk mengurangi efek cuaca panas di Arafah.
"Nanti saya juga minta panitia untuk ikut menyiapkan. Syukur-syukur dari pihak mashariq juga ikut menyiapkan,” kata Gus Men.
Yaqut juga mengimbau agar seluruh jemaah untuk mulai mempersiapkan fisik jelang pelaksanaan ibadah Armuzna.
Industri haji dan umrah di Indonesia merupakan sektor vital yang tidak hanya mendukung spiritualitas umat Muslim, tetapi juga menyumbang signifikan bagi perekonomian nasional
Garuda Indonesia menargetkan nilai transaksi hingga Rp520 miliar melalui penyelenggaraan Garuda Indonesia Umrah Travel Fair (GUTF) 2026
Tidak ada toleransi terhadap kelalaian dan ketidakdisiplinan, mengingat para peserta diklat nantinya akan menjadi ujung tombak pelayanan kepada jemaah haji di Arab Saudi.
Keberadaan petugas haji perempuan dinilai krusial untuk menghadirkan layanan terhadap kebutuhan spesifik jemaah perempuan, yang tidak selalu dapat dilakukan oleh petugas laki-laki.
sebanyak 170 ribu dari total 203.320 jemaah haji reguler 2026 masuk dalam kategori risiko tinggi (risti).
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) didorong untuk mengeluarkan fatwa terkait tata cara dan sumber dana ibadah haji. Wacana itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Ustaz Zakaria menekankan bahwa aturan di Tanah Haram bukan untuk membatasi jemaah, melainkan menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah.
Kemenhaj resmi memperpanjang masa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Reguler Tahap II untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Di tengah ritme kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang merindukan ruang untuk berhenti sejenak, merefleksikan diri, dan bertumbuh secara pribadi.
Hingga 2 Desember pukul 10.50 WIB jumlah jemaah haji yang sudah dilakukan pemeriksaan sekitar 81.654 jemaah reguler dan 202 jemaah haji khusus.
pentingnya memahami perbedaan terjemahan dan tafsir Al-Qur’an antar kelompok Islam sebagai bagian dari kekayaan intelektual dan khazanah pemikiran umat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved