Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK lima ular berjenis sanca kembang masuk ke Pasar Agung, Jalan Proklamasi Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). Seekor ular di antaranya sempat menggigit dua pedagang yang berjualan sayuran saat hendak mengevakuasi ular-ular tersebut.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (KUPTD) Pasar Agung Raden Hermawan mengatakan hewan reptil itu masuk ke area basement di Pasar Agung sekitar pukul 7.30 WIB. Ia menduga ular-ular itu muncul dari tumpukan sampah di sebelah timur Pasar Agung.
"Di bagian timur pasar ini kan ada timbunan sampah luasnya 50 meter persegi dan tinggi 5 meter. Di situ banyak hewan reptil, termasuk ular," katanya, Jumat (16/2/2024).
Baca juga : Stok Kacang Kedelai di Pasar Tugu Kota Depok Langka
Kemungkinan ular berpindah tempat lantaran tidak nyaman di sekitar lokasi hingga masuk ke area basement pasar. "Mungkin tidak nyaman karena timbunan sampah sangat padat sehingga ular berpindah dan masuk ke basement itu," kata Raden.
Ketika ular tersebut masuk ke area basement dua pedagang sayuran berinisiatif untuk mengevakuasi. Akan tetapi, keduanya malah digigit ular. Tak mau menimbulkan korban, mereka lantas memanggil petugas Pemadam Kebakaran Kota Depok. "Pihak damkar dengan sejumlah peralatan melakukan evakuasi," kata dia.
Menyoal sampah yang menimbun kawasan pasar, Raden mengatakan sudah berkali-kali bersurat ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok. "Tak hanya bersurat, kami juga sudah mendatangi Kepala Bidang DLHK Kota Depok Dadan Ardan tetapi tak kunjung juga dibersihkan," ucap Raden.
Baca juga : Pasar di Kota Depok Boleh Buka Hingga Pukul 21.00 WIB
Raden sangat khawatir hewan reptil yang bermarkas di bawah timbunan sampah sewaktu-waktu masuk rumah-rumah yang padat penduduk itu. "Timbunan sampah itu kan lokasinya di pinggiran permukiman dan kemungkinan sewaktu-waktu hewan reptil tersebut akan menyerang warga," tukasnya.
Rumah milik Romlah, warga Jalan Maliki Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, bersebelahan dengan Pasar Agung.Ia mengatakan, dua pekan lalu tempatnya kemasukan dua ekor ular. "Ya ada dua ekor, satu tertangkap, satunya lagi kabur ke seberang jalan Maliki," katanya Jumat (16/2/2024).
Ia mengatakan di kawasannya banyak menumpuk sampah. "Sampah menumpuk sehingga hewan reptil menjadikannya tempat berlindung. (Z-2)
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Pasokan sering kosong karena tidak adanya panen di sejumlah sentra pertanian akibat intensitas hujan tinggi.
SEJUMLAH pedagang mengeluhkan harga sejumlah komoditas pangan yang masih mahal saat Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pasar Jagasatru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved