Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo atau Jokowi meminta sistem transportasi massal antarmoda di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) terintegrasi sehingga memudahkan masyarakat. Selain itu, presiden ingin ada organisasi khusus yang mengurus angkutan umum.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan seusai rapat terbatas mengenai integrasi transportasi publik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/9). Dalam rapat itu, hadir Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Luhut mengaku diberikan waktu selama satu bulan untuk merancang organisasi itu. Saat ini organisasi yang mengurus angkutan umum masih terpecah-pecah di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.
Baca juga: Kemenhub Siapkan Aplikasi Pemesanan Integrasi Tiket Angkutan Umum, Pertama di Dunia
"Presiden memerintahkan selama 1 bulan untuk menyusun struktur organisasinya," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/9).
Luhut mengatakan akan meminta masukan dari para pakar soal itu. Namun, ia menegaskan bukan kementeriannya yang menjadi leading sector atau memimpin organisasi tersebut. Ia hanya menyiapkan struktur.
Baca juga: Polusi Udara, Integrasi Angkutan Umum Dinilai Jadi Solusi
"Saya akan undang beberapa pakar-pakar untuk berikan masukan sehingga jangan ada organisasi dari pemda, dari BUMN, dari mana-mana. Jadi satu struktur saja," terang Luhut.
Pada rapat itu, presiden juga menginginkan studi pembangunan lintas raya terpadu (LRT) hingga ke Bogor, Jawa Barat, segera dilakukan. Selain itu, jalur LRT Kelapa Gading menuju Manggarai segera diadakan. Dalam selain integrasi moda transportasi massal, presiden ingin masyarakat lebih mudah mengakses transportasi massal.
"Karena kalau kita lihat LRT yang sekarang sudah penuh terus dan juga pembangunan jalur LRT Kelapa Gading menuju Manggarai, agar cakupan dan jangkauan tranportasi massal ini semakin meluas," tutur Presiden Jokowi. Presiden juga berharap moda transportasi di Indonesia ramah terhadap pengguna lanjut usia, disabilitas, juga bagi anak-anak dan ibu hamil.
Luhut menjelaskan LRT yang ada saat ini akan dilanjutkan hingga Bogor, Jawa Barat. Kemudian, jalur MRT akan dibuat menjadi beberapa jalur lantaran penggunanya masih belum maksimal. Saat ini MRT hanya satu jalur yakni Dukuh Atas hingga Lebak Bulus.
"Karena penggunanya sekarang ini baru setengah dari MRT karena mungkin baru satu jalur, kita bikin nanti beberapa jalur," terang Luhut. (ind)
MTI mengingatkan semua pihak terkait bahwa sudah sangat mendesak bagi kota-kota besar di seluruh Indonesia untuk memiliki sistem angkutan umum yang layak, efisien, berkeselamatan.
Dia berjanji akan membantu mengurai kemacetan, mengatasi banjir, dan membenahi masalah pembuangan sampah.
Apabila tidak ada MRT, LRT, dan kereta cepat, uang yang hilang tiap tahun akibat kemacetan kendaraan bermotor mencapai Rp 65 triliun.
PT Sumber Sinergi Makmur Tbk meluncurkan Transportation Management System (TMS) terbaru pemilik brand GPS tracker, Fox Logger.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hariĀ
Peluncuran rumah contoh tipe Alder di Kota Modern Tangerang menarik ratusan pengunjung. Hunian dua lantai ini ditawarkan dengan cicilan mulai Rp6 juta.
TERSANGKA kasus dugaan penganiayaan Bahar bin Smith akan diperiksa polisi pada 4 Februari 2026.
BMKG memprediksi pagi hari di sebagian besar wilayah Jakarta akan diawali dengan kondisi berawan tebal.
Emiten properti PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Jabodetabek
Ia menjelaskan, perubahan tata ruang yang tidak terkendali turut memengaruhi daya tampung air di wilayah Jabodetabek.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved