Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERINGAN kian berdampak luas di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ratusan ribu jiwa yang tersebar di 40 kecamatan yang ada di Kabpaten Bogor, kini mengalami kesulitan air bersih.
Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, per 3 September 2023, sebanyak 65.054 KK dengan 220.564 jiwa masyarakat yang tersebar di 114 desa di 27 kecamatan mengalami kesulitan air bersih.
Atas kondisi tersebut, Bupati Bogor Iwan Setiawan memerintahkan jajarannya untuk fokus tangani bencana kekeringan. Utamanya dalam memberikan bantuan air bersih.
Baca juga: 5.150 Ha Sawah di Jateng Terdampak Kekeringan, Stok Beras Cukup Hingga Akhir Tahun
Hasil Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Kekeringan di Kantor BPBD Kabupaten Bogor dua hari lalu atau Senin (4/9) lalu, pihaknya terus memperkuat tim penanganan kekeringan di Kabupaten Bogor.
Selain tim yang terdiri dari BPBD, PDAM, Damkar, PMI , pihaknya juga mendorong pihak swasta untuk terlibat.
Baca juga: Kekeringan, Krisis Air Bersih dan Karhutla di Pantura Jateng Meluas
"Ini penting karena prediksi dari BMKG kekeringan ini akan berlangsung sampai Oktober 2023 nanti. Pada prinsipnya kekuatan kita melayani masyarakat sudah siap baik anggota maupun operasional kendaraannya,"terang Iwan.
Sementara itu, setiap hari belasan armada tangki air milik BPBD dan PDAM Tirta Kahuripan terus diturunkan untuk mendistribhsikan. Beberapa armada mobil dinas pemadam kebakaran yang biasa untuk pemadaman api dimodifikasi disiagakan untuk menyalurkan air bersih jika kondisi sudah mendesak.
Hingga 3 September, sebanyak 2.022.000 liter air bersih sudah disalurkan kepada masyarakat di 109 desa tersebut.
Iwan menjelaskan, bahwa pihaknya sudah menggandeng sekitar 20 pihak swasta atau perusahaan yang bergerak di bidang usaha penyedia air curah.
"Sumber air saya perhatikan siap, ada 20 pihak swasta kita gandeng untuk mengoptimalkan suplai air kepada masyarakat. Mudah-mudahan dengan ini kita bisa melayani masyarakat dengan maksimal," ungkap Iwan.
Dalam penanganan bencana kekeringan ini, lanjut Iwan, dilakukan melalui dua mekanisme yakni penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendeknya melalui bantuan langsung distribusi suplai air bersih secara rutin ke wilayah terdampak kekeringan.
Kemudian untuk jangka panjangnya membuat toren air dan pembangunan sumur bor di wilayah rawan bencana kekeringan.
Dalam mekanisme kerja ini, pihaknya melibatkan DPKPP dan CSR perusahaan, juga mengoptimalkan sosialisasi antisipasi bencana kekeringan kepada masyarakat oleh Diskominfo Kabupaten Bogor.
Sementara itu, untuk antisipasi terjadinya bencana kebakaran di Kabupaten Bogor akibat cuaca panas musim kemarau, petugas damkar rutin melakukan penyemprotan terutama di lahan yang mudah terbakar salah satunya TPA Galuga.
"Penyemprotan merupakan deteksi dini yang kita lakukan untuk antisipasi jangan sampai ada lahan terbakar seperti yang terjadi di KBB beberapa waktu lalu," pungkasnya.
Untuk diketahui, Pemkab Bogor telah mengeluarkan status siaga darurat kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di 40 kecamatannya, melalui surat edaran (SE) nomor 300.2/11/SE -SDB/BPBD. SE tersebut terhitung sejak 10 Juli sampai dengan 31 Oktober 2023. (Z-10)
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan lebih kering dibanding 2025. Awal kemarau maju ke April 2026. Simak daftar wilayah terdampak di sini.
Derita korban banjir Sumatra yang terjadi pada 24-27 November 2025 hingga kini, tiga bulan kemudian, tampaknya belum juga berakhir.
Durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
Peneliti memperingatkan ancaman global amoeba bebas yang mampu bertahan dari suhu ekstrem dan disinfektan.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengingatkan potensi terjadinya El Nino kuat atau Godzilla yang berdampak pada kekeringan saat musim kemarau 2026.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Kondisi musim kemarau yang cenderung lebih kering itu juga dipengaruhi indikasi fenomena El Nino lemah yang berpotensi muncul pada pertengahan hingga akhir 2026.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved