Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANGANAN polusi udara di DKI Jakarta disebut perlu melibatkan semua pihak. Seluruh elemen harus bekerja sama hingga tingkat terkecil.
"Harus ada kerja sama atau instruksi ajakan melalui lurah. Biar lurah untuk bisa langsung bekerja sama dengan RW (rukun warga) dan RT (rukun tetangga)," kata Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah dalam keterangan tertulis, Rabu (23/8).
Ida mengatakan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menangani polusi belum menunjukkan hasil positif. Karenanya, perlu upaya besar dengan dampak yang lebih meluas.
Baca juga: KLHK dan Pakar Sebut Pembakaran Sampah Ikut Picu Polusi Udara Jakarta
"Tentunya dengan melibatkan partisipasi masyarakat," papar dia.
Ida optimistis ajakan hingga tingkat RT/RW akan mempercepat upaya penanganan polusi. Warga sekitar perlu diedukasi terkait bahaya polusi hingga cara menekan pencemarannya.
Baca juga: Selain ISPA, Ini Dampak Paparan Polusi Udara pada Tubuh Anda
"Ajak juga warga apabila tidak mendesak atau penting banget tidak perlu keluar rumah menggunakan kendaraan pribadinya," tutur dia. (Z-1)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Riset Northwestern University ungkap asap kayu di rumah menyumbang 20% polusi mematikan di AS.
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ali Lubis mengatakan, tingginya tingkat polusi udara di Jakarta membuat kesehatan masyarakat terganggu. Sekaligus menurunkan kualitas hidup warga.
Kemudian ada teknologi sensor supaya tahu kapan zona merah. Selain itu, ada truk embun sudah dilakukan di kota-kota Tiongkok.
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya polusi udara merupakan langkah krusial dalam menekan dampak kesehatan yang ditimbulkan.
BMKG mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan, dalam siklus harian, konsentrasi PM2,5 tertinggi di wilayah DKI Jakarta ialah selepas malam hari hingga menjelang pagi hari.
Kualitas udara di Jakarta, Senin (14/10) pagi masuk urutan ke delapan sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
POLUSI di DKI Jakarta menimbulkan dampak kesehatan dan kerugian yang besar bagi masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved