Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PLANETARIUM dan Observatorium Jakarta menyelenggarakan acara Pekan Astronomi Jakarta 2023 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia (RI) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada 7-13 Agustus.
"Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta melalui badan layanan umum pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki khususnya yang terkait dengan planetarium dan observatorium saat ini akan mengadakan kegiatan pekan astronomi Jakarta," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana seperti dilansir dari Antara.
Kegiatan Pekan Astronomi Jakarta ini bertema "Kisah Bintang di Tanah Air: Mengungkap Kearifan Astronomi dalam Budaya Nusantara". Kegiatan ini akan diisi dengan beragam kegiatan menarik seperti pameran astronomi budaya, pertunjukan planetarium mini, observasi matahari, seminar astronomi hingga workshop astro kids.
Baca juga: Fenomena Gerhana Bulan Penumbra Mei 2023, Berbarengan dengan Hujan Meteor
"Saya mengundang kepada seluruh masyarakat untuk ikut memeriahkan Pekan Astronomi Jakarta ini dengan datang ke Gedung Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki yang ada di Cikini, Jakarta Pusat," ucap Iwan.
Iwan berharap, semoga dengan terlaksananya kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk dunia pendidikan dan juga kebudayaan khususnya terkait astronomi.
Kegiatan ini juga bertujuan mengobati kerinduan masyarakat akan kehadiran Planetarium dan Observatorium di Jakarta.
Baca juga: Planetarium belum Beroperasi, Jakpro: Star Ball Perlu Diganti
Penanggung jawab acara Mila Izzatul menyebut acara ini terbuka untuk umum. Acara berlangsung pukul 09.00-15.00 WIB di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. "Yang khusus pelajar hanya planetarium mininya," kata Mila.
Pendaftaran peserta Pertunjukkan Planetarium Mini, Seminar, dan Workshop Astrokids dapat diakses di linktr.ee/planetariumjkt. Pendaftaran dibuka mulai 5 Agustus 2023 pukul 19.00 WIB. Sementara untuk Pameran dan Observasi Matahari bisa langsung datang ke lokasi. (Z-6)
Biasanya, asteroid sebesar ini membutuhkan waktu pengamatan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk diidentifikasi secara akurat.
Observatorium HESS di Namibia berhasil mendeteksi elektron kosmik paling energik yang pernah diamati, dengan energi hingga 40 TeV.
Keberadaan lampu sorot yang terdeteksi di sekitar wilayah Bandung sangat menganggu aktivitas pengamatan bintang.
OBSERVATORIUM nasional Tiongkok memperingatkan ancaman gelombang dingin dan salju di berbagai daerah hingga Kamis, 22 Februari 2024 mendatang.
INDONESIA akan segera memiliki teleskop canggih dengan spesifikasi yang sama dengan teleskop Seimei yang ada di Okayama milik Kyoto University.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Sabuk Orion terdiri dari tiga bintang superraksasa biru yang sangat terang. Alnitak, Alnilam, dan Mintaka bersinar hingga 200.000 kali Matahari.
Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. Simak fase, waktu puncak, lokasi pengamatan, dan alasan Indonesia tidak bisa menyaksikannya.
SEBUAH kerja sama ilmiah antara Korea Selatan dan Amerika Serikat berhasil mencatat terobosan penting di bidang astronomi melalui teleskop luar angkasa SPHEREx.
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved