Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Pemuda Katolik Komda Jawa Barat, Edi Murdani Sutrisno Silaban menegaskan Pemuda Katolik berkomitmen untuk mengoptimalkan ruang digital untuk demokrasi yang bermartabat.
“Kita mengakui bahwa ruang digital merupakan sarana yang kuat untuk memfasilitasi partisipasi demokrasi yang lebih luas, dimana Komda Jabar terus mengaktivasi medsos dengan konten bermanfaat. Melalui teknologi dan media sosial, kita dapat menciptakan forum diskusi yang terbuka dan memungkinkan berbagai pandangan dan aspirasi masyarakat luas terdengar,” papar Edi dalam Seminar Gerakan Nasional (Gernas) Pemuda Penggerak Transformasi (Petra) Digital digelar di Aula Pandawa Sekolah Victory Plus Kota Bekasi, Sabtu, (08/07).
Baca juga: Bali Membumikan Pancasila Lewat Desa Adat
Edi menambahkan Pemuda Katolik harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, saling menghormati, dan keadilan dalam mengoptimalkan ruang digital.
Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Bekasi, Arnoldus Simbolon mengapresiasi Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Jawa Barat atas kepercayaan untuk menyelenggarakan acara yang bertajuk ‘Mengoptimalkan Ruang Digital Menuju Demokrasi Bermartabat Dengan Didasari Nilai-Nilai Pancasila’ itu.
Baca juga: Awas! Ancaman Pidana Ajak Orang Golput
“Ini merupakan upaya Komcab Kota Bekasi dalam menambah skill dan pemahaman para kader menjadi pemuda yang melek literasi dengan mengisi ruang digital melalui konten positif. Termasuk, kita diajak untuk tingkatkan literasi untuk demokrasi yang bermartabat menyongsong Pemilu Serentak,” ungkap Arnold.
Arnold mengungkapkan kegiatan itu inisiasi merupakan program kemitraan dengan Kementerian Komunikasi Informatika (Kemenkominfo).
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi H. Abdul Manan menyampaikan pemuda memiliki peran yang penting dalam proses pembangunan dan berpartisipasi untuk menyelesaikan tantangan persoalan dalam bidang sosial dan lingkungan khususnya di era digital saat ini.
”Penerapan Empat Pilar Kebangsaan dalam kondisi sekarang amat penting agar pemuda dapat menjaga keberagaman dan kebhinekaan dan melangkah untuk kemajuan negara khususnya di Kota Bekasi yang hari ini dinyatakan oleh Setara Institute bahwa Kota Bekasi menjadi Kota Toleransi peringkat 3 dari seluruh kota-kota yang ada di Indonesia," tandas Abdul yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. (RO/Z-7)
WALI Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meninjau langsung lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/16).
Banjir kembali merendam Kota Bekasi akibat hujan deras dan luapan Kali Bekasi. BPBD mencatat 15 titik genangan di 7 kecamatan dengan air hingga 150 cm.
Sekolah Lansia KUN dihadirkan sebagai wadah pembelajaran bagi para lanjut usia agar tetap memiliki ruang untuk berkembang, beraktivitas, dan berperan aktif di tengah masyarakat
Sejumlah warga yang merupakan penghuni belasan rumah itu sempat terlibat bentrok dengan puluhan petugas gabungan yang dikerahkan.
Meski demikian, masyarakat tetap diperbolehkan merayakan malam tahun baru, tetapi dianjurkan tidak melakukannya secara berlebihan.
Dana yang digelontorkan untuk mendukung administrasi kesekretariatan hingga fasilitas kegiatan lingkungan itu langsung dikebut pencairannya oleh para ketua RW.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
Sidang pemeriksaan pendahuluan perkara tersebut digelar Kamis (4/2) dan dipimpin Ketua MK Suhartoyo, didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan M. Guntur Hamzah.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi menimbulkan masalah baru dalam sistem komando dan pengambilan keputusan.
Struktur insentif politik Indonesia yang masih tersentralisasi membuat kompetisi elit nasional tetap berlanjut di level daerah.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved