Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMPROV DKI Jakarta akan melanjutkan pembangunan tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Tanggul yang menempel pada bibir daratan DKI serta di sekitar muara sungai ini berfungsi mencegah banjir rob.
Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan, sebelumnya terdapat 37,35 km tanggul laut yang harus dibangun. Saat ini sudah terbangun sekitar 17 km.
Pemprov DKI bersama pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), berbagi tugas pembangunan tanggul tersebut. Pemprov DKI akan membangun 8,3 km tanggul yang dilakukan secara bertahap hingga 2027.
Baca juga: Tanggul Pantai di Kelurahan Kalibaru Dikonsepkan Jadi Ruang Ketiga
"Untuk tahun ini dilakukan dengan anggaran 'multiyears' tahap 1 selama tiga tahun. Total anggaran untuk tiga tahun tersebut Rp595 miliar," kata Yusmada saat dikonfirmasi, Minggu (9/7).
Untuk tahun ini, anggaran yang dikucurkan ialah Rp155 miliar yang ditujukan untuk membangun tanggul di Klaster Sunda Kelapa dengan panjang 700 meter. Pada tahun depan, anggaran yang dikucurkan adalah Rp250 miliar terdiri dari pembangunan tanggul laut di Klaster Sunda Kelapa sepanjang 1 km, di Kali Blencong sepanjang 150 meter, dan di Muara Angke 185 meter.
Baca juga: Tanggul Muara Baru Bocor, Heru Minta Warga Labuhkan Kapal di Tempatnya
Pada 2025 sisa anggaran senilai Rp190 miliar digunakan untuk membangun tanggul di klaster Sunda Kelapa sepanjang 370 meter beserta satu rumah pompa, 429 meter tanggul di Muara Angke, dan 1,5 km tanggul di Kali Blencong. Jadi, total tanggul yang dibangun melalui anggaran tahun jamak tahap 1 ada 4,33 km. "Tahun ini juga akan diusulkan kembali anggaran multiyears untuk tahap kedua bagi pengerjaan yang dilakukan pada 2024-2027," jelasnya.
Untuk tahap kedua, anggaran yang dibutuhkan ada Rp787 miliar. Rinciannya Rp100 miliar dikeluarkan pada 2024, Rp201 miliar pada 2025, Rp261 miliar pada 2026, dan Rp225 miliar pada 2027. Total panjang tanggul yang akan dibangun pada tahap 2 ini ialah 3,95 km. (Z-2)
Penurunan drastis tersebut bersumber dari pos Pendapatan Transfer Ke Daerah (TKD).
Dengan ketersediaan dana tersebut, seharusnya dampak banjir dapat diminimalisasi melalui persiapan yang lebih matang.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan anggaran Rp100 miliar yang digelontorkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bukan hanya untuk pembongkaran tiang monorel Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas anggaran subsidi Transjakarta hingga Rp1,1 triliun pada 2026 seiring turunnya total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membongkar tiang-tiang monorel Jakarta milik PT Adhi Karya yang mangkrak di kawasan Kuningan, tepatnya di Jalan Rasuna Said sisi timur.
Pemprov DKI melakukan mitigasi untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, mulai dari pemantauan intensif BMKG hingga kesiapan infrastruktur pengendali banjir
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan jajarannya untuk memitigasi banjir rob yang diprediksi akan terjadi pada akhir bulan Maret ini.
Dinas SDA melanjutkan pembangunan tanggul pengaman pantai NCICD (National Capital Integrated Coastal Development) Fase A untuk segmen Ancol - Asahi Mas sepanjang 1,1 km.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menargetkan pembangunan tanggul laut pengaman pantai atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di Pantai Mutiara, Jakarta Utara.
Pemprov DKI Jakarta tetap membangun tanggul laut meski tidak lagi menjadi ibu kota negara.
Dalam membangun tanggul laut, Pemprov DKI berhadapan dengan beberapa kendala antara lain membutuhkan waktu yang cukup panjang sehingga muncul solusi skema multiyears
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved