Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK Kedutaan Besar Amerika Serikat angkat bicara usia ramai protes terkait penutupan akses trotoar di Gedung Kedutaan Besar AS di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Duta Besar AS Sung Yong Kim mengatakan akan segera membuka trotoar itu untuk pejalan kaki.
"Aksesibilitas, keamanan, dan 'walkability' adalah faktor pertimbangan penting untuk kota besar seperti Jakarta. Kami menyambut baik dan menantikan kerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk pembukaan kembali trotoar di depan Kedubes AS," ungkap Sung dalam akun Twitter resminya, Selasa (6/6).
Baca juga: Dubes AS Persilahkan Trotoar Depan Kantornya Dibuka untuk Umum
Sebelumnya, trotoar di depan gedung tersebut ditutup dengan beton separator serta kawat berduri sehingga tidak bisa dilewati pejalan kaki baik dari arah Patung Kuda maupun sebaliknya. Area depan Gedung Kedutaan Besar AS juga dijaga ketat oleh petugas keamanan bersenjata.
Hal ini tentu miris. Sebab, tepat di sebelah kantor kedutaan tersebut juga terdapat Istana Wakil Presiden RI.
Baca juga: Iran Buka Lagi Kantor Kedutaan di Arab Saudi
Tidak seperti kantor Kedutaan Besar AS yang dijaga ketat hingga trotoarnya dibatasi kawat berduri, Istana Wapres justru sebaliknya. Trotoar di depannya bebas dilalui pejalan kaki. Petugas keamanan hanya berjaga di dalam pagar. Sementara di luar pagar tidak dijaga ketat.
Pengalaman tak mengenakkan juga pernah dirasakan warga yang ingin melintas melalui trotoar tersebut.
"Sebelum pandemi jalan kaki lewat situ bisa meskipun dibatasi kawat sama beton. Jadi enggak mesti lewat badan jalan. Kalau sekarang nggak bisa. Kalau kita nekat, disuruh balik lagi sama petugas keamanannya ke ujung dan lewat badan jalan," ungkap Ani, 28, karyawan swasta yang kerap beraktivitas di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.
Hal yang sama diungkapkan Ria, 30. Karyawan swasta yang berdomisili di Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu pernah sekali waktu harus berjalan kaki melintasi Jalan Medan Merdeka Selatan dan kaget karena tidak boleh melanjutkan berjalan kaki di trotoar.
"Waktu itu habis dari Stasiun Gambir mau ke halte bus di depan Balai Kota. Mau lewat depan Kedubes malah disuruh lewat aspal," ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI, Wiwik Wahyuni, menegaskan telah menyerap aspirasi masyarakat terkait akses trotoar ini.
"Juga memperhatikan bahwa pada area tersebut juga terdapat perimeter pengamanan Kedubes, maka Dinas Bina Marga akan berkoordinasi dengan unsur Pemprov DKI Jakarta terkait dan juga dengan Kemenlu RI dan Kedubes AS untuk mendapatkan solusi teknis terbaik bagi semua pihak," ungkapnya. (Put/Z-7)
Akademisi University of Tehran menyebut Iran memfokuskan serangan pada kepentingan AS dan infrastruktur energi di Teluk untuk menekan Washington, seperti disampaikan kepada Al Jazeera.
Istri mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia menurut kantor berita Mehr, di tengah memanasnya konflik antara Iran, AS, dan Israel.
Sekitar 200 korban di antaranya adalah anak-anak usia sekolah dasar.
Dari fajar berdarah di Teheran hingga hujan drone di Tel Aviv, inilah lini masa lengkap operasi militer paling berani abad ini.
Perang total yang dilancarkan AS dan Israel ke Iran memasuki hari ketiga dengan dampak kemanusiaan dan ekonomi yang kian mengerikan.
Kepala Staf Gabungan Angkatan Udara AS Jenderal Dan Caine menyatakan operasi gabungan AS-Israel di Iran bertujuan melindungi diri dan mitra regional, mencegah proyeksi kekuatan Iran.
Pemberitaan Wapres memiliki dampak yang signifikan sebagai jendela informasi bagi masyarakat untuk memahami tugas dan peran Wapres dalam pemerintahan secara menyeluruh.
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin berpesan agar pesantren berperan mengarahkan masyarakat sehingga tidak terjadi pembelahan karena perbedaan pilihan politik.
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin tidak sependapat apabila Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun harus dibubarkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved